Megawati Sentil Bullying: Pancasila Hanya di Atas Kertas?

4 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyampaikan keprihatinan terhadap maraknya kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah dan menegaskan pentingnya membangun kemandirian pangan nasional sebagai fondasi kesejahteraan rakyat.

Ketua Umum PDIP itu menyampaikan hal tersebut saat memberikan pidato usai meresmikan renovasi Istana Gebang di Blitar, Jawa Timur. Dalam kesempatan itu, Megawati menyoroti memudarnya nilai-nilai kemanusiaan yang menurutnya tercermin dari meningkatnya praktik perundungan di kalangan pelajar.

"Saat ini saya melihat begitu banyak perundungan. Orang disia-siakan dan dihina. Pertanyaan saya, di mana rasa perikemanusiaan kalian? Apakah Pancasila hanya di atas kertas atau benar-benar ada di dalam hati sanubari kalian?" kata Megawati dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Megawati mengaku prihatin karena perundungan kerap terjadi akibat perbedaan latar belakang ekonomi. Menurut dia, sikap membeda-bedakan berdasarkan status sosial tidak sejalan dengan nilai kemanusiaan yang menjadi salah satu prinsip dasar Pancasila.

Ia menilai fenomena tersebut tidak hanya terjadi di lingkungan anak-anak, tetapi juga mulai tercermin dalam perilaku sebagian orang tua. Karena itu, Megawati mengingatkan pentingnya menanamkan kembali nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan kesetaraan sejak dini.

Menurut Megawati, salam Pancasila yang selama ini ia gaungkan bukan sekadar simbol atau seremoni politik, melainkan pengingat agar masyarakat mengamalkan nilai kemanusiaan yang adil dan beradab dalam kehidupan sehari-hari.

Selain menyoroti persoalan moral dan pendidikan, Megawati juga mengangkat isu ketahanan pangan nasional. Ia mengingatkan instruksi yang pernah disampaikannya pada 2021 mengenai penanaman berbagai tanaman pangan pendamping beras belum dijalankan secara optimal.

"Sejak 2021 sebagai Ketua Umum, saya sudah memberikan instruksi ke seluruh daerah untuk menanam 10 tanaman pangan sebagai pendamping beras. Siapa yang sudah mengerjakan? Angkat tangan," ujarnya.

Megawati menegaskan bahwa ketersediaan pangan merupakan kebutuhan paling mendasar bagi rakyat. Karena itu, upaya diversifikasi pangan harus terus diperkuat untuk mengurangi ketergantungan pada satu komoditas sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|