Bendera Iran.
Harianjogja.com, ISTANBUL—Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah media Iran mengklaim adanya keterlibatan Uni Emirat Arab (UEA) dalam konflik melawan Iran. Klaim ini muncul di tengah eskalasi yang belum menunjukkan tanda mereda.
Laporan tersebut disampaikan oleh stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, seperti dikutip Sputnik Sabtu (4/4/2026) yang menyebut memiliki dua bukti terkait dugaan keterlibatan UEA dalam perang.
Dalam pernyataannya, IRIB mengungkapkan penghancuran drone Wing Loong-2 buatan China yang terjadi pada Rabu (1/4). Drone jenis ini disebut hanya dimiliki oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Selain itu, media tersebut juga menyinggung keberadaan jet tempur Mirage 2000 milik UEA yang diklaim melakukan intersepsi di atas wilayah Pulau Jask di Iran pada Minggu (22/3/2026).
Meski demikian, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen dan hingga kini belum ada tanggapan resmi dari Uni Emirat Arab terkait tuduhan tersebut.
Situasi ini berkembang di tengah konflik yang telah lebih dulu memanas sejak serangan gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat bersama Israel ke sejumlah target di Iran pada akhir Februari.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan lebih dari 1.340 korban jiwa, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan menggunakan drone dan rudal yang menyasar sejumlah wilayah, termasuk Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Perkembangan terbaru ini memunculkan kekhawatiran akan meluasnya konflik, terutama jika keterlibatan negara lain di kawasan benar-benar terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara


















































