Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik (memegang mikrofon) memaparkan materinya dalam bedah buku Nutrisi Penting Cegah Stunting di Balai Perdukuhan Widoro, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Purwosari, Gunungkidul, Senin (6/4/2026). - Harian Jogja - David Kurniawan
GUNUNGKIDUL—Bedah Buku berjudul Nutrisi Penting Cegah Stunting karya Dian Wahyuningrum digelar di Balai Perdukuhan Widoro, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Purwosari, Gunungkidul, Senin (6/4/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
Wakil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik yang hadir sebagai pemateri mengatakan ada dua tujuan diselenggarakannya bedah buku tersebut.
Pertama, kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan minat baca di masyarakat. Dia mengatakan, salah satu kunci untuk meningkatkan minat baca adalah dengan pembiasaan. “Kalau masyarakat terbiasa membaca, maka budaya membaca akan terbentuk nantinya,” kata dia.
Tak hanya meningkatkan minat baca, membaca buku, kata dia, juga bisa menjadi salah satu upaya menambah wawasan dan pengetahuan. “Sekarang memang sudah zamannya sudah serba digital, tetapi gerakan kembali ke buku terus digalakkan dan ini harus didukung dalam upaya meningkatkan kecerdasan dan menambah wawasan,” kata politikus PKS tersebut.
Sementara tujuan kedua, kata Gus Im, adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk ikut berperan dalam pencegahan stunting.
Terkait dengan hal ini, dia tidak menampik bahwa masalah stunting menjadi salah satu fokus Pemda DIY yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Selain masalah stunting ada juga fokus untuk pengentasan kemiskinan dan penanggulangan kemiskinan esktrem. Jadi, tema bedah buku yang dibahas sejalan dengan program yang dimiliki Pemda DIY,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dukuh Widoro, Tri Tuti Budi Santoso, mendukung penuh penyelenggaraan bedah buku bertemakan stunting di wilayahnya.
Menurut dia, banyak manfaat yang diperoleh dengan program ini karena masyarakat diajak untuk ikut berperan dalam upaya pencegahan stunting. “Sangat bermanfaat karena warga memeroleh wawasan berkaitan dengan pencegahan stunting,” katanya.
Meski tidak menyemput jumlah, dia tidak menampik di wilayahnya ada anak yang masuk kategori stunting. “Dengan program bedah buku ini, saya berharap semakin menggerakan warga dalam upaya pencegahan stunting,” ujar dia.
Perpustakaan Digital
Pustakawan Ahli Pertama DPAD DIY, Hari Setyawan, mengatakan . Kegiatan bedah buku terselenggara berkat kerja sama dengan DPRD DIY. “Tujuan utamanya untuk meningkatkan minat baca di masyarakat. Makanya, kegiatan bedah buku diselenggarakan di seluruh wilayah DIY,” katanya.
Selain itu, dirinya juga menyosialisasikan ihwal perpustakaan digital yang dikembangkan oleh DPAD DIY, yakni iJogja untuk membaca ebook. “Dengan begitu, masyarakat bisa lebih mudah mengakses buku untuk bahan bacaan.” (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































