Legislator PSI Desak Pemprov Jabar Beri Perhatian Khusus untuk YTR, Korban Penyekapan 3 Tahun

7 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat dari PSI, Iwan Koswara mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan perhatian khusus kepada YTR (29), warga Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang menjadi penyekapan dan penganiayaan selama tiga tahun hingga mengalami kondisi yang memprihatinkan.

Kasus yang mengundang perhatian publik tersebut dinilai tidak hanya membutuhkan penanganan hukum yang tegas terhadap pelaku, tetapi juga langkah konkret pemerintah untuk memastikan proses pemulihan korban berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Iwan mengatakan, penderitaan yang dialami YTR selama bertahun-tahun tentu meninggalkan dampak fisik maupun psikologis yang tidak ringan. Karena itu, korban harus mendapatkan layanan kesehatan yang memadai, pendampingan psikologis, serta dukungan sosial dari pemerintah daerah.

"Korban harus menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah harus memastikan pemulihan korban berjalan maksimal. Negara harus hadir untuk memberikan perlindungan dan pendampingan kepada korban dan keluarganya," kata Iwan, Senin (22/6/2026).

Menurut dia, penanganan korban perlu melibatkan berbagai perangkat daerah secara terpadu. Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, hingga instansi terkait lainnya harus berkolaborasi agar seluruh kebutuhan korban dapat terpenuhi.

Ia menilai, trauma akibat dugaan penyekapan dan kekerasan yang berlangsung dalam waktu lama tidak bisa dipulihkan dalam waktu singkat. Oleh karena itu, program rehabilitasi psikososial dan pendampingan jangka panjang perlu menjadi bagian dari upaya pemulihan yang dilakukan pemerintah.

Selain itu, Iwan juga mendorong agar kebutuhan pemulihan psikologis maupun fisik korban mendapat perhatian. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan YTR tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan kehidupan secara layak setelah melalui pengalaman yang sangat berat.

Komisi V DPRD Jabar, kata dia, akan terus memantau perkembangan penanganan korban serta mendorong pemerintah daerah agar memberikan dukungan yang dibutuhkan. Ia berharap kasus tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sistem perlindungan anak dan kelompok rentan di Jawa Barat.

"Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa perlindungan terhadap perempuan dan kelompok rentan harus menjadi prioritas. Kita berharap korban mendapatkan keadilan sekaligus pemulihan yang layak agar dapat kembali menata masa depannya," ujar Iwan.  

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|