Kebakaran di lokasi kejadian setelah sebuah bangunan dihantam rudal Iran di Tel Aviv, Israel, 28 Februari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran telah menghancurkan sistem radar yang vital untuk mengarahkan pertahanan rudal AS di Teluk pada hari-hari awal perang. Demikian dilaporkan Bloomberg mengutip seorang pejabat AS.
Para analis menyatakan bahwa kerusakan tersebut menciptakan celah signifikan dalam pengawasan di ketinggian.
"Jika berhasil, serangan Iran terhadap radar THAAD akan menandai salah satu serangan Iran yang paling sukses sejauh ini," kata Ryan Brobst, wakil direktur Pusat Kekuatan Militer dan Politik di FD, kepada Bloomberg seperti dilansir TRT, Sabtu (7/2/2026)
Foto satelit menunjukkan bahwa radar AN/TPY-2 RTX Corp dan peralatan pendukungnya — yang digunakan oleh sistem Pertahanan Area Ketinggian Tinggi Terminal (THAAD) AS — dihancurkan di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pada hari-hari awal perang. Demikian dilaporkan CNN, mengutip citra satelit komersial.
Penghancuran peralatan tersebut kemudian dikonfirmasi oleh seorang pejabat AS. Nilai radar itu dilansir TRR mencapai 300 juta dolar AS.
Data yang dikumpulkan oleh Foundation for Defense of Democracies (FDD) menunjukkan dua serangan Iran yang dilaporkan di Yordania yakni pada 28 Februari dan pada 3 Maret.
Awalnya, kedua serangan tersebut dilaporkan telah dicegat.Namun, hilangnya radar yang telah dikonfirmasi menunjukkan pergeseran taktik Iran yang signifikan.

2 hours ago
2

















































