Jakarta, CNBC Indonesia - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) mencatatkan laba bersih sebesar US$ 90,4 juta setara Rp 1,55 triliun (asumsi kurs Rp 17.233 per US$) pada triwulan I-2026. Capaian tersebut menunjukkan kenaikan sekitar 46% bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year).
Direktur Keuangan PGN Catur Dermawan menjelaskan bahwa capaian tersebut ditopang oleh efisiensi beban pokok dan penguatan bisnis niaga gas bumi. Perusahaan tercatat bisa menurunkan beban operasional yang berdampak pada stabilitas keuangan perusahaan di awal tahun ini.
"Fokus utama PGN adalah memastikan layanan energi kepada pelanggan tetap andal melalui pengelolaan infrastruktur dan penyaluran gas yang terintegrasi. Pendekatan ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas operasional di tengah dinamika pasokan dan kebutuhan energi domestik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (27/4/2026).
Sepanjang periode Januari-Maret 2026, perusahaan membukukan pendapatan sebesar US$ 929,6 juta setara Rp 16,02 triliun dengan capaian EBITDA hingga US$ 240,6 juta setara Rp 4,14 triliun.
Sementara itu, pertumbuhan laba bruto tercatat sekitar 12% yang didorong oleh penurunan beban pokok sekitar 7% atau setara dengan penghematan sebesar US$ 54 juta setara Rp 930,8 miliar.
"Model bisnis berbasis domestik dan portofolio yang seimbang memungkinkan PGN tetap menjaga kinerja yang stabil di tengah dinamika energi global," lanjut Catur.
Dari sisi operasional, PGN menyalurkan volume gas bumi sebesar 777 BBTUD dengan volume transmisi mencapai 1.539 MMSCFD. Perusahaan juga mencatat volume regasifikasi melalui FSRU Lampung sebesar 115 BBTUD, LNG Arun 148 BBTUD, serta FSRU Jawa Barat sebesar 292 BBTUD untuk menjamin keberlanjutan layanan.
"PGN akan terus menjaga keseimbangan antara keandalan layanan, efisiensi operasional, dan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan guna mendukung ketahanan energi nasional," tambahnya.
Hingga saat ini, keandalan infrastruktur PGN tetap terjaga pada level 99,9% untuk melayani lebih dari 825 ribu pelanggan di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut mencakup 822.561 rumah tangga, 2.842 pelanggan kecil, serta 3.310 pelanggan industri dan komersial yang tersebar di berbagai wilayah.
(fsd/fsd)
Addsource on Google
















































