OJK: Ada Dua Saham HSC Potensi Ditendang MSCI

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan beberapa saham akan dikeluarkan dari indeks MSCI menyusul keterbukaan informasi terkait high shareholding concentration (HSC) atau saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi.

Sebagaimana diketahui dua saham HSC yang masuk dalam indeks MSCI adalah Barito Renewables Energy (BREN) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA). 

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan, terdapat 1-2 saham yang masuk HSC tengah dipertimbangkan oleh MSCI untuk dikeluarkan dari indeks. Saham-saham tersebut pun telah mengalami perubahan harga atas respon pasar.

"Beberapa saham tertentu yang terindikasi, mungkin akan mengalami penyesuaian, baik bobot maupun kemungkinan dikeluarkan dari indeks (MSCI) dimaksud, sudah juga mengalami respons lebih awal dari para investor. Ini baik, artinya kami mengkonfirmasi bahwa informasi early warning yang kita hadirkan itu rupanya sudah ditangkap dengan baik oleh investor," ungkap Hasan kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Ia pun menilai aktivitas penjualan saham yang masuk HSC oleh para investor merupakan konsekuensi yang baik. Pasalnya, aktivitas tersebut sesuai dengan profil risiko masing-masing investor.

Sebelumnya, Morgan Stanley Capital International (MSCI) telah memberikan pengumuman yang menilai reformasi pasar modal Indonesia pada 20 April 2026. Pengumuman ini merupakan tindak lanjut dari rilis sebelumnya pada 27 Januari 2026, saat pembekuan rebalancingnya atas indeks Indonesia.

Dalam tinjauan indeks Mei 2026, MSCI memutuskan mempertahankan kebijakan sementara yang telah berlaku untuk sekuritas Indonesia. Kebijakan tersebut mencakup pembekuan peningkatan Foreign Inclusion Factors (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak menambahkan saham baru ke indeks MSCI Investable Market Indexes (IMI).

Selain itu, salah satu langkah MSCI yang konsisten dengan perlakuannya terhadap sekuritas yang diidentifikasi serupa di pasar lain adalah menghapus sekuritas yang diidentifikasi oleh otoritas Indonesia sebagai bagian dari kerangka kerja High Shareholding Concentration (HSC) yang baru.

Sejak pengumuman terbaru dari MSCI pada 20 April 2026 hingga akhir perdagangan pekan lalu, saham DSSA sudah anjlok 38,23% ke level 2.020. Pada periode yang sama BREN merosot 30% ke level 4.620. 

Pada perdagangan hari ini, hingga sesi 1, DSSA masih melanjutkan koreksi, sedangkan BREN menguat. DSSA turun 1,49% dan meninggalkan level 2.000 dan BREN naik 3,25% ke 4.770.

(mkh/mkh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|