Ilustrasi ditangkap.
REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Aksi perang sarung oleh sekelompok remaja nyaris pecah di Desa Panggangsari, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon. Aparat kepolisian bersama orang tua maupun tokoh ulama turun tangan mengatasi kasus tersebut. Video mengenai aksi yang terjadi pada Ahad (22/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB itu viral di media sosial. Adapun kejadiannya di jalur Panggangsari menuju Tuksari, dan melibatkan sekitar enam remaja yang datang berboncengan sepeda motor.
Namun, warga berhasil mencegah terjadinya perang sarung. Bahkan, dua di antaranya berhasil diamankan warga di area Pasar Bawang sekitar pukul 02.30 WIB, sedangkan yang lainnya berhasil melarikan diri.
Video yang beredar memperlihatkan suasana gang permukiman pada malam hari. Seorang remaja mengenakan kaos biru muda bertuliskan “Nope” tampak tertunduk saat diamankan warga.
Beberapa pria dewasa terlihat berjaga. Terdengar pula suara klakson kereta api, yang mengindikasikan lokasi tersebut diduga dekat dengan perlintasan rel kereta api.
Jajaran Polresta Cirebon melalui Polsek Losari pun bertindak cepat setelah beredarnya video berdurasi 15 detik tersebut. Pihak kepolisian mengundang unsur UPT Pendidikan, orang tua, tokoh ulama maupun aparat desa di Mapolsek Losari. Tiga remaja yang diduga terlibat pun dihadirkan dan diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

2 hours ago
2

















































