Pekerja mengenakan masker saat beraktivitas di kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (14/8/2023).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kualitas udara di Jakarta pada Rabu pagi (27/5/2026) masuk kategori tidak sehat dan menduduki peringkat keempat sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.
Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.50 WIB, indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) di Jakarta berada di angka 152 atau masuk dalam kategori tidak sehat dengan polusi udara PM2.5 dan nilai konsentrasi 59,9 mikrogram per meter kubik.
Angka tersebut menunjukkan tingkat kualitas udara yang tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia ataupun hewan yang sensitif, serta menimbulkan kerusakan pada tumbuhan maupun nilai estetika.
Situs tersebut juga merekomendasikan agar masyarakat menghindari aktivitas di luar ruangan. Jika berada di luar ruangan, masyarakat disarankan menggunakan masker dan menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor.
Sementara itu, kategori baik merupakan tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan serta tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan, ataupun nilai estetika dengan rentang PM2.5 sebesar 0-50.
Kemudian, kategori sedang merupakan kualitas udara yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan, tetapi berpengaruh pada tumbuhan sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2.5 sebesar 51-100.
sumber : Antara

3 weeks ago
32















































