Jelang Gencatan Senjata, Intelijen AS: Iran Pegang Kendali, Selat Hormuz Dapat Ditutup Kapan Saja

1 hour ago 4

Peta baru Selat Hormuz yang dirilis IRGC, Senin (4/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Lembaga intelijen Amerika Serikat (AS) baru-baru ini menilai Iran memiliki kemampuan yang efektif untuk menutup akses ke Selat Hormuz kapan pun mereka mau. CNN mengutip  informasi dari tiga sumber yang mengetahui temuan tersebut, melaporkan,  penilaian tersebut menjadi pertanda rezim Teheran telah memperoleh kekuatan baru yang masif untuk mengancam ekonomi global sebagai dampak dari perang yang terjadi.

Terlepas dari kesepakatan kerangka kerja yang dijadwalkan bakal ditandatangani secara resmi pada Jumat pekan ini untuk membuka kembali jalur perairan krusial tersebut—sebagai langkah awal menuju perundingan nuklir—Iran telah membuktikan kemampuannya memutus akses selat selama konflik berlangsung. Penilaian intelijen AS pun mengindikasikan skenario serupa sangat mungkin terulang kembali.

"Secara de facto, kita sekarang telah menyerahkan kendali atas selat tersebut kepada Iran—sebuah senjata yang jauh lebih kuat daripada bom nuklir apa pun," ujar salah satu sumber yang mengetahui penilaian intelijen AS kepada CNN. Ia menekankan bagaimana perang ini telah mengubah cara pandang Teheran secara mendasar dalam memanfaatkan taktik serupa di masa depan.

Sumber kedua menambahkan, Iran juga memetik pelajaran bahwa mereka dapat menggunakan serangan terhadap infrastruktur energi negara-negara Teluk sebagai strategi asimetris. Keberhasilan besar taktik ini selama perang menjadikannya alat penilai yang menguntungkan bagi posisi tawar Iran ke depan.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|