Krakatau Steel (KRAS) Cetak Laba Rp 5,68 T, Akumulasi Rugi Turun 12,6%

19 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) akhirnya membukukan laba bersih sebesar US$ 339,64 juta setara Rp5,75 triliun  (kurs Rp 16.930) pada tahun buku 2025 dari sebelumnya merugi US$ 148,42 juta. Sementara laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 325,45 juta dari sebelumnya rugi US$ 154,71 juta.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), capaian laba tersebut didorong oleh pendapatan keuangan sebesar US$ 519,92 juta dari proses restrukturisasi, termasuk laba atas penyelesaian kewajiban dipercepat (haircut) senilai US$ 156,74 juta.

Sementara pendapatan usaha sepanjang tahun 2025 naik tipis dari US$ 954,59 juta jadi US$ 959,83 juta atau setara dengan Rp16,05 triliun. Total volume penjualan produk baja mencapai 944.562 ton, meningkat tajam sebesar 29,0% dibandingkan tahun sebelumnya.

Beban pokok pendapatan juga naik dari US$ 847,6 juta jadi US$ 909 juta. Sehingga laba kotor KRAS sepanjang 2025 anjlok dari US$ 106,9 juta jadi US$ 50,7 juta.

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menyampaikan bahwa hasil positif ini tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah melalui BPI Danantara serta kepercayaan para kreditur dan mitra bisnis.

"Kami sangat mensyukuri capaian ini sebagai bentuk amanah dari para pemangku kepentingan," ujarnya mengutip keterbukan informasi, Kamis (2/4/2026)

Adapum total aset sepanjang tahun 2025 sebesar US$ 2,77 miliar atau setara dengan Rp46,24 triliun. Selain itu, penyelesaian kewajiban utang membuat total liabilitas berhasil ditekan turun sebesar 17,04% menjadi US$ 2,04 miliar atau setara dengan Rp34,11 triliun.

Tercatat, nilai ekuitas Perseroan naik dua kali lipat menjadi US$ 725,51 juta atau sekitar Rp12,13 triliun. Seiring dengan laba yang berhasil dibukukan, akumulasi kerugian terkikis dari US$ 2,47 miliar menjadi US$ 2,16 miliar. 

Ke depan, KRAS akan mengoptimalisasi utilisasi fasilitas produksi dan penguatan pangsa pasar domestik. Fokus strategis tetap tertuju pada pemenuhan kebutuhan sektor infrastruktur dan otomotif.

"Kami menyadari masih banyak tantangan di depan. Oleh karena itu, Perseroan akan terus melakukan evaluasi portofolio secara aktif dan meninjau kembali kerja sama yang belum memberikan nilai optimal, demi menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh seluruh stakeholders," tutupnya.

(mkh/mkh)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|