Aktivis membentangkan poster dalam aksi solidaritas doa bersama untuk Andrie Yunus di depan Kantor Komnas HAM, Jakarta, Selasa (17/3/2026). Aksi tersebut dalam rangka memberikan dukungan kepada Andrie Yunus yang tengah menjalani perawatan usai mengalami teror penyiraman air keras oleh orang tak dikenal pada Kamis (12/3) malam. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan - foc.
Harianjogja.com, JAKARTA— RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo mengungkapkan kondisi psikologis Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, dalam keadaan cukup stabil meski mengalami peristiwa traumatis berat.
Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menyampaikan tim medis terus memberikan dukungan psikologis agar pasien tetap tenang dan mampu menjalani proses perawatan secara optimal.
“Secara umum, kondisi psikologis pasien dalam keadaan cukup stabil meskipun mengalami peristiwa traumatis berat,” ujarnya, Rabu.
Saat ini, pasien masih berada dalam pemantauan tim medis multidisiplin yang melibatkan dokter spesialis bedah plastik, oftalmologi, serta tenaga kesehatan lainnya untuk memastikan pemulihan berjalan berkelanjutan.
Dari sisi fisik, kondisi luka menunjukkan perkembangan positif. Sebagian besar luka telah menutup dan mengering, dengan kulit baru hasil cangkok di area wajah, leher depan, dada, sebagian pundak, dan lengan kanan.
Namun demikian, masih terdapat area kulit mati di bagian leher belakang yang akan dibersihkan dan ditutup melalui prosedur cangkok lanjutan dalam waktu sekitar satu minggu ke depan.
Selain itu, pada Sabtu (28/3), pasien juga menjalani operasi mata kanan untuk ketiga kalinya. Dari hasil tindakan tersebut, ditemukan adanya penipisan kornea serta kebocoran pada dinding bola mata.
Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, tim medis melakukan penambalan menggunakan jaringan dari tungkai pasien yang kemudian ditutup dengan selaput konjungtiva. Saat ini, mata kanan ditutup sementara melalui penjahitan kelopak mata guna menjaga bentuk bola mata selama proses pemulihan.
Penutupan tersebut direncanakan berlangsung sekitar empat bulan sebelum dilakukan evaluasi lanjutan untuk menentukan tindakan berikutnya.
“Pemantauan kondisi mata akan dilakukan secara berkala sesuai perkembangan pasien,” jelas Yoga.
RSCM menegaskan komitmennya untuk terus memberikan penanganan medis secara optimal dan profesional, serta mengedepankan keselamatan pasien.
“Kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada tim medis dalam menangani kasus ini,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara

















































