Umat Islam melaksanakan Sholat Istisqa di pelataran Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (29/8/2026). Sholat sunah Istisqa tersebut digelar untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan sehingga kemarau panjang serta kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat segera berakhir.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kisah mustajabnya doa Rasulullah SAW dalam memohon hujan terjadi ketika Madinah dilanda kekeringan. Saat sedang menyampaikan khutbah Jumat, seorang Arab Badui datang meminta Nabi Muhammad SAW berdoa agar Allah SWT menurunkan hujan.
Doa Rasulullah SAW pun dikabulkan. Hujan turun selama sepekan, sebelum Rasulullah SAW kembali berdoa agar hujan dialihkan ke daerah sekitar Madinah.
Orang Arab Badui itu datang lagi kepada Rasulullah SAW pada Jumat berikutnya. Orang Arab Badui itu meminta kepada Nabi Muhammad SAW agar memohon kepada Allah SWT supaya menghentikan hujan karena mereka telah tenggelam. Rasulullah SAW pun tertawa.
Dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari Anas meriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW pada Jumat ketika Rasulullah SAW sedang khutbah di Madinah. Laki-laki itu berkata kepada Rasulullah SAW, "Hujan tidak turun, mohonlah kepada Tuhanmu agar hujan diturunkan."
Nabi Muhammad SAW melihat ke langit. Kami tidak melihat ada awan. Lalu Rasulullah SAW memohon agar hujan diturunkan. Maka awan pun berkumpul, kemudian hujan pun turun hingga parit-parit kota Madinah mengalir air. Hingga Jumat berikutnya hujan tidak berhenti.

1 hour ago
3

















































