DPRD DKI Sepakat Naikkan Tarif Ragunan, Diusulkan Jadi Rp10 Ribu

1 hour ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi C DPRD DKI Jakarta bersama pengelola Taman Margasatwa Ragunan (TMR) menyepakati rencana penyesuaian tarif masuk. Kenaikan harga tiket diharapkan dapat mendukung perbaikan fasilitas, peningkatan keamanan, hingga kesejahteraan satwa dan pegawai.

Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Dimaz Raditya mengatakan, tarif masuk Ragunan tidak mengalami perubahan selama sekitar 20 tahun. Saat ini, pengunjung dewasa dikenakan tarif Rp 4.000, sedangkan anak-anak Rp 3.000.

"Tarif Ragunan ini sudah 20 tahun tidak pernah naik. Sementara, kondisi ekonomi dan pendapatan masyarakat Jakarta terus meningkat," kata Dimaz di Jakarta, Jumat (4/9/2026).

Komisi C DPRD DKI Jakarta mengusulkan tarif masuk dinaikkan menjadi sekitar Rp 10.000. Namun, angka tersebut masih akan dikaji sebelum rencana penyesuaian tarif ditetapkan.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengatakan, penyesuaian tarif harus diikuti dengan pembenahan berbagai sarana dan prasarana. Salah satu yang menjadi perhatian adalah peningkatan keamanan kandang satwa.

Hal itu menjadi sorotan setelah seorang anak dilaporkan terjatuh ke kandang gajah pada Mei 2026. "Ini menjadi catatan kami, dan kami berharap standar keamanan bisa ditingkatkan seiring penyesuaian tarif," tutur Kenneth.

Selain keamanan, tambahan pemasukan juga diminta dialokasikan untuk memperbaiki sanitasi, kebersihan toilet, pemeliharaan kandang, serta program pemuliaan satwa. Kenneth juga menyoroti keterbatasan tenaga medis hewan di Ragunan.

"Saat ini, jumlah dokter hewannya hanya berjumlah delapan orang, dan ini timpang sekali. Kalau penyesuaian tarif tiket masuk bisa menambah pemasukan, maka penambahan dokter hewan harus menjadi hal prioritas yang wajib dilakukan," kata Kenneth.

Sementara itu, Kepala Taman Margasatwa Ragunan Endah Rumiyanti menyambut baik rencana penyesuaian tarif. "Total kebutuhan anggaran operasional kami per tahunnya mencapai sekitar Rp 160 miliar, tapi pendapatan mandiri yang mampu kami kumpulkan baru sekitar Rp 30 miliar per tahun," ungkap Endah.

Endah menegaskan, kenaikan tarif bukan ditujukan untuk mengomersialkan Ragunan. Tujuan utamanya, kata dia, adalah menghadirkan ruang terbuka hijau dan kebun binatang berstandar internasional yang aman, nyaman, dan edukatif.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|