Kim Jong Un Pimpin Langsung Uji Rudal Hipersonik, Singgung Serangan AS di Venezuela

1 month ago 24

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kiri) dan putrinya Kim Ju Ae mengamati uji tembak rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar padat Hwasong-18 baru di sebuah lokasi rahasia di Korea Utara, (13/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING - Korea Utara (Korut) pada Ahad (4/1/2026) menguji coba rudal hipersonik yang menghantam sasaran sejauh 1.000 kilometer (km) di lepas pantai timurnya. Pemimpin Korut Kim Jong Un memimpin langsung uji peluncuran rudal dari Pyongyang ke arah timur laut, sebut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Senin.

"Merupakan tugas strategis yang sangat penting untuk mempertahankan dan memperluas daya tangkal nuklir yang kuat dan andal," kata Kim seperti dikutip KCNA, Senin (5/1/2026). Dia menambahkan, uji coba itu menunjukkan kesiapan kekuatan nuklir "tanpa penyesalan dan memberikan kepercayaan diri" Korut.

Kementerian Pertahanan Jepang mengungkapkan sedikitnya dua rudal balistik diluncurkan dari pantai barat Korut pada Ahad sekitar pukul 07.54 dan 08.05 waktu setempat. Kedua rudal itu mencapai ketinggian maksimum sekitar 50 kilometer (km) dan masing-masing terbang sejauh 900 km dan 950 km, menurut kementerian itu. Rudal-rudal tersebut diduga jatuh di luar zona ekonomi eksklusif Jepang.

Kim juga meminta agar Korut terus meningkatkan sarana militer, terutama sistem persenjataan ofensif. Ia menambahkan bahwa upaya membuat "para pesaing terus-menerus dan berulang kali menyadari kesiapsiagaan sarana ofensif" Korut adalah cara penting dan efektif untuk menerapkan daya tangkal perang.

Kim mengatakan aktivitas itu bertujuan untuk membuat "daya tangkal perang nuklir" Korut sangat maju, menurut laporan KCNA. Secara tersirat, ia menggunakan peristiwa penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh militer Amerika Serikat sebagai pembenaran kenapa Korut harus memiliki senjata nuklir dan militer yang kuat.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|