Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan perdana Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2026 dengan penguatan. Hal itu menandai optimisme pelaku pasar di zona hijau pada pembukaan perdagangan Jumat (2/1/2025).
Pergerakan itu terjadi di tengah sorotan regulator terhadap ketimpangan kinerja antara IHSG dan saham unggulan LQ45 sepanjang 2025. Data perdagangan pagi ini, menunjukkan indeks utama pasar modal domestik berada di wilayah positif pada awal tahun dengan naik tipis dari penutupan akhir tahun lalu.
Torehan itu mencerminkan sentimen awal yang konstruktif di antara investor. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mencatat, sepanjang 2025 IHSG mengalami penguatan signifikan, tetapi tidak diikuti oleh kinerja saham-saham unggulan dalam indeks pilihan pelaku pasar.
"Penutupan IHSG berada di level 8.646,94 atau menguat 22,13 persen sepanjang tahun 2025," ujar Mahendra saat pembukaan perdagangan perdana Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026 di Menara BEI, SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (2/1/2026).
Meski demikian, Mahendra menggarisbawahi, kondisi kinerja saham unggulan yang menjadi rujukan investor institusional masih belum sejalan dengan penguatan IHSG. "Indeks LQ45 yang berisi saham-saham perusahaan terbesar dan menjadi rujukan investasi fund manager global maupun domestik hanya tumbuh 2,41 persen, jauh di bawah kenaikan IHSG," katanya.

1 month ago
21

















































