Pegawai dan wisatawan asing melihat gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo dengan kedalaman 10 km di 46 kilometer timur laut Labuan Bajo itu terjadi pada pukul 06.13 WITA setelah sebelumnya gempa berkekuatan M 7,7 juga terjadi di timur laut Mbay Nagekeo, NTT.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memantau perkembangan kondisi perguruan tinggi dan sivitas akademika di Nusa Tenggara Timur (NTT) akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026). Mendiktisaintek Brian Yuliarto mengatakan, keselamatan manusia menjadi prioritas utama dalam situasi bencana, sementara proses pendidikan perlu tetap dijaga melalui penyesuaian sesuai kondisi di lapangan.
“Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran, tetapi juga bagian dari ekosistem masyarakat. Dalam situasi bencana seperti ini, yang pertama harus kita pastikan adalah keselamatan sivitas akademika. Setelah itu, kita bersama-sama memastikan proses pendidikan tetap dapat berjalan dengan penyesuaian yang diperlukan,” ujar Brian dalam keterangannya pada Selasa (18/8/2026).
Kemdiktisaintek berkoordinasi dengan perguruan tinggi, LLDIKTI Wilayah XV, pemerintah daerah, serta pihak terkait untuk memastikan kondisi sivitas akademika dan perguruan tinggi di wilayah terdampak. Berdasarkan laporan yang telah diterima LLDIKTI Wilayah XV per 16 Agustus 2026, sejumlah Perguruan Tinggi Swasta (PTS) telah menyampaikan informasi awal mengenai kondisi fasilitas kampus pascagempa.
Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER Bajawa) melaporkan kerusakan ringan. Sedangkan Politeknik ElBajo Commodus melaporkan kerusakan pada bagian plafon ruang belajar-mengajar di dalam gedung kampus.
Selain respons tanggap darurat, perhatian juga diberikan kepada mahasiswa yang sedang menjalankan aktivitas akademik di wilayah terdampak. Sebanyak 61 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang berada di Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur dilaporkan selamat dan telah dievakuasi bersama warga ke wilayah lebih aman. Perhatian juga diberikan kepada mahasiswa peserta KKN Tematik GENTASKIN Tahun 2026.
“Prioritas kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh sivitas akademika dan menjaga agar penanganan berlangsung cepat serta terkoordinasi,” ujar Brian.
Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Adrianus Amheka telah menyampaikan surat kepada seluruh pimpinan PTS dan badan penyelenggara untuk segera melakukan konsolidasi sivitas akademika sekaligus melakukan pemantauan situasi secara aktif.

6 hours ago
6

















































