REPUBLIKA.CO.ID, KANADA— Sebuah video yang dirilis Dewan Nasional Muslim Kanada (National Council of Canadian Muslims/NCCM) memicu kemarahan luas di media sosial setelah memperlihatkan seorang perempuan Muslim menjadi korban penganiayaan di depan anaknya yang baru berusia tujuh tahun di Kota Moncton, Provinsi New Brunswick, Kanada bagian timur.
Video tersebut memperlihatkan sekelompok orang mengerumuni korban di sebuah area parkir sebelum melakukan pemukulan.
Dalam rekaman itu, sang anak tampak berusaha membela ibunya, sementara ayahnya berada jauh dari lokasi kejadian saat insiden berlangsung.
Menurut NCCM, dilansir Aljazeera, Sabtu (25/7/2026) keluarga tersebut sedang mengikuti iring-iringan kendaraan (car parade) ketika mereka mendapat gangguan dari sekelompok orang yang melontarkan ujaran bernada rasis, termasuk teriakan, “Kembali ke negaramu!”
Situasi kemudian berkembang menjadi aksi kekerasan fisik terhadap perempuan Muslim tersebut di hadapan anaknya.
NCCM menjelaskan bahwa sang suami kemudian menemukan istrinya dalam kondisi mengalami pembengkakan di wajah, pendarahan pada hidung, serta sejumlah luka akibat penganiayaan.
Organisasi itu menyatakan bahwa kasus tersebut telah dilaporkan kepada pihak berwenang dan mendesak dilakukannya penyelidikan menyeluruh, termasuk kemungkinan bahwa insiden tersebut merupakan kejahatan bermotif kebencian (hate crime).
Selain itu, NCCM juga menyerukan kepada para pejabat terpilih di kawasan Atlantik Kanada untuk secara tegas mengutuk meningkatnya Islamofobia dan memperkuat komunikasi dengan komunitas Muslim setempat.

7 hours ago
6
















































