Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel

4 hours ago 3

Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel Sejumlah personel TNI-Polri bersiaga di Terminal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, untuk mengamankan proses pemulangan tiga jenazah TNI dari Lebanon. - ANTARA - Azmi Samsul M

Harianjogja.com, TANGERANG—Proses pemulangan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon mendapatkan pengamanan ketat saat tiba di Indonesia. Puluhan personel gabungan disiagakan untuk mengawal seluruh rangkaian kedatangan di Bandara Soekarno-Hatta.

Pengamanan dilakukan oleh jajaran Polresta Bandara Soetta dengan melibatkan sekitar 90 personel dari unsur kepolisian, TNI, hingga petugas keamanan bandara.

Kepala Polresta Bandara Soetta, Wisnu Wardana, mengatakan pihaknya telah menyiapkan pengamanan di sejumlah titik penting.

"Dari Polresta Bandara mempersiapkan 90 personel gabungan untuk pengamanan kedatangan tiga jenazah TNI dari Libanon," ujarnya.

Pengamanan difokuskan mulai dari titik kedatangan hingga jalur perlintasan menuju Terminal VVIP Bandara Soekarno-Hatta.

"Kalau Pak Presiden hadir, yang menjadi leading sector pengamanan dari TNI. Jadi, kami hanya back up pengamanan di beberapa titik saja," jelasnya.

Pihak kepolisian memastikan situasi keamanan dan ketertiban di kawasan bandara tetap aman dan kondusif menjelang kedatangan jenazah.

Tiga jenazah prajurit TNI diterbangkan dari Istanbul, Turki, menggunakan pesawat Turkish Airlines dengan nomor penerbangan TK 056 dan dijadwalkan tiba sekitar pukul 17.35 WIB.

Setibanya di tanah air, jenazah akan disambut melalui upacara militer di Terminal VVIP sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Selanjutnya, jenazah akan diberangkatkan ke Lanud Halim Perdanakusuma sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Ketiga prajurit yang gugur tersebut adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon.

Mereka meninggal dunia akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan, pada 29 Maret 2026.

Sebelumnya, penghormatan terakhir juga telah diberikan oleh misi United Nations Interim Force in Lebanon di Beirut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|