Newswire Jum'at, 21 Agustus 2026 20:37 WIB

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. -Antara
Harianjogja.com, SURABAYA— Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan kepolisian telah mengamankan sejumlah nama yang diduga terkait dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Penyelidikan hukum terus dilakukan di tengah meluasnya karhutla dan terdeteksinya 1.487 titik panas di wilayah Kalimantan.
Listyo mengatakan jajaran kepolisian saat ini masih terlibat bersama personel gabungan lintas instansi atau lembaga dalam upaya pemadaman ribuan titik panas di Pulau Kalimantan. Penanganan kebakaran dilakukan bersamaan dengan proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab kejadian.
"Saat ini yang sedang kita lakukan, ada pemadaman, sekaligus juga ada kita melakukan penyelidikan dan investigasi terkait dengan peristiwa yang terjadi," ujar Listyo.
Menurut Listyo, penyelidikan tersebut juga dilakukan untuk menelusuri kemungkinan adanya pihak-pihak yang berada di balik rangkaian kejadian karhutla di Kalimantan.
Kapolri Sebut Sejumlah Nama Diamankan
Dalam proses penyelidikan tersebut, Listyo mengungkapkan kepolisian telah menangkap para terduga pelaku yang diduga kuat berperan dalam fenomena karhutla di Kalimantan.
Namun, Kapolri belum memerinci identitas maupun jumlah orang yang telah diamankan.
"Ini beberapa nama sudah kita amankan [berkaitan dengan peristiwa karhutla di Kalimantan]," ujarnya.
Pengungkapan tersebut berlangsung ketika jumlah titik panas di Kalimantan masih tinggi. Berdasarkan pemantauan Satelit NOAA-20, sebanyak 1.487 hotspot karhutla terdeteksi hingga Kamis (20/8/2026).
Sebaran titik panas terbanyak berada di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Kalimantan Tengah mencatat 767 hotspot, sedangkan Kalimantan Barat sebanyak 560 titik.
Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing mencatat 74 titik panas. Adapun Kalimantan Utara terpantau memiliki 3 hotspot.
Penajam Paser Utara Dilanda Karhutla
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan karhutla masih menjadi salah satu bencana yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia pada periode 19–20 Agustus 2026. Kondisi tersebut terjadi bersamaan dengan kekeringan dan cuaca ekstrem.
Salah satu kejadian karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Kebakaran melanda lahan seluas 10,65 hektare di Desa Sepan, Kecamatan Penajam, pada Rabu (19/8).
BPBD setempat bersama personel gabungan langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
BNPB Perkuat Deteksi Dini
Di tengah tingginya jumlah hotspot di Kalimantan, BNPB bersama pemerintah daerah memperkuat pemantauan dan deteksi dini karhutla. Langkah tersebut mencakup pemetaan wilayah rawan serta koordinasi penanganan berdasarkan kondisi di lapangan.
BNPB juga meminta pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan selama musim kemarau, khususnya di wilayah yang memiliki potensi karhutla.
Selain pemantauan, ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman perlu dipastikan. Kesiapan tersebut diperlukan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat ketika kebakaran hutan dan lahan terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online


















































