
Petugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di salah satu wilayah Kalimantan./Istimewa-Badan Komunikasi Pemerintah.
Harianjogja.com, KALIMANTAN BARAT— Pemerintah menyiapkan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kehutanan sebesar Rp5,5 miliar untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung operasi terpadu, mulai dari penanganan melalui jalur udara dan darat hingga pembasahan kawasan gambut.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan anggaran tersebut diperuntukkan bagi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai bagian dari penguatan penanganan karhutla di Kalimantan Barat.
"Anggaran tersebut diperuntukkan bagi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai bagian dari penguatan penanganan karhutla yang dilakukan secara terpadu melalui operasi udara, darat, pembasahan gambut, penegakan hukum dan pencegahan," kata Raja Juli Antoni di Pontianak, Kalbar, Sabtu (5/9/2026).
Pemerintah Siapkan Anggaran Operasional Tambahan
Selain DAK Rp5,5 miliar, pemerintah akan mengoordinasikan kebutuhan anggaran operasional lainnya bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan DPR RI.
Dukungan tambahan tersebut diarahkan untuk memperkuat sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.
Raja Juli mengatakan pemerintah akan memaksimalkan berbagai sumber daya untuk mengendalikan karhutla. Salah satu langkah yang disiapkan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam beberapa hari ke depan.
Upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan potensi hujan yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
OMC Manfaatkan Potensi Hujan
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat potensi awan hujan di Kalimantan Barat pada 4 hingga 8 September 2026.
Potensi tersebut akan dimanfaatkan pemerintah untuk meningkatkan pembasahan sekaligus menaikkan tinggi muka air tanah di kawasan gambut. Kondisi tersebut dinilai penting dalam upaya mengendalikan kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut.
Selain OMC, pemerintah juga memperkuat operasi pemadaman dari udara atau water bombing. Langkah ini ditujukan untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit ditangani melalui jalur darat.
Dalam operasi tersebut, pemerintah mendapat tambahan dukungan tiga pesawat Chinook dari Pasukan Bela Diri Jepang.
"Operasi udara tersebut akan diarahkan ke sejumlah kawasan krusial, termasuk Danau Sentarum yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia, guna mencegah meluasnya kebakaran," kata dia.
Kawasan Danau Sentarum menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian karena wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Pengendalian kebakaran di kawasan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mencegah meluasnya dampak karhutla ke wilayah perbatasan.
Penanganan Karhutla Libatkan TNI hingga Relawan
Penanganan karhutla di Kalimantan Barat tidak hanya mengandalkan operasi udara. Pemerintah juga mengerahkan kekuatan di darat dengan melibatkan sejumlah unsur.
Personel yang terlibat terdiri atas TNI, Polri, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, BPBD, dan relawan.
Pemerintah melakukan pemetaan kebutuhan personel hingga tingkat kabupaten dan kecamatan. Langkah tersebut dilakukan agar pengerahan kekuatan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran sesuai kondisi di lapangan.
Selain pemadaman api, penanganan khusus juga disiapkan untuk kawasan gambut. Pemerintah menggunakan teknik peat injection atau penyuntikan gambut untuk membantu membasahi lapisan tanah sekaligus mengendalikan bara api yang berada di bawah permukaan.
Teknik tersebut menjadi salah satu bagian dari strategi penanganan karhutla karena kebakaran di lahan gambut memiliki karakteristik berbeda dan dapat bertahan di bawah permukaan tanah.
Pelaku Pembakaran Terancam Penegakan Hukum
Raja Juli menegaskan pengendalian karhutla juga tidak hanya dilakukan melalui pemadaman. Pemerintah memperkuat aspek penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran.
Penindakan ditujukan kepada pelaku pembakaran, baik perorangan maupun korporasi. Langkah tersebut berjalan bersamaan dengan edukasi kepada masyarakat untuk menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar.
Pemerintah menilai pencegahan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko munculnya kembali titik-titik kebakaran setelah api berhasil dipadamkan.
"Melalui dukungan pendanaan dan penguatan operasi terpadu, pemerintah berharap pengendalian karhutla di Kalimantan Barat dapat dipercepat sekaligus mencegah munculnya kembali titik-titik kebakaran," katanya.
Dengan dukungan anggaran, operasi udara, pengerahan personel di darat, pembasahan gambut, hingga penegakan hukum, pemerintah berharap penanganan karhutla di Kalimantan Barat dapat dilakukan secara lebih cepat dan terintegrasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara


















































