REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Kopassus Brigjen Romel Jangga Wardhana memberi kesaksikan terkait sosok Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar. Zulmi adalah prajurit TNI asal Kota Cimahi, Jawa Barat yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon pada Senin (30/3/2026).
Didampingi istrinya, Brigjen Romel melakukan takziah ke rumah duka di Kampung Cikendal, RT 01/04, Cipageran, Cimahi Utara pada Kamis (2/4/2026). Ia disambut ayah almarhum Kapten Zulmi, Iskandar Rudi. "Kami mengucapkan belasungakwa yang mendalam kepada keluarga besar almharum Zulmi Aditya, adik kami. Pengabdian yang yang biasa, yang tentunya darma bakti seorang prajurit yang ada di medan operasi," kata Romel.
Ia mengaku bersaksi bahwa Kapten Zulmi merupakan sosok prajurit TNI yang memiliki kemampuan luar biasa. Hal itu diketahui Romel karena pernah menjalankan tugas bersama di Papua. Almarhum menurutnya memiliki kemampuan analisa yang luar biasa meskipun ketika bertugas bersama masih berpangkat Letnan Satu.
"Kebetulan kami pernah bertugas secara langsung bersama dengan almarmum waktu di Papua. Kemampuan berfikirnya Zulmi yang saya lihat walaupun saat itu masih Letnan, tapi sudah memiliki analisa yang baik sehingga sangat membantu beberapa tugas kami di daerah operasi," kata Romel.
Di sisi lain, ia juga menyaksikan mendiang Kapten Zulmi merupakan sosok yang begitu taat terhadap agamanya meski selama ini disibukan dengan tugas-tugasnya sebagai prajurit TNI. "Dari sisi ibadahnya begitu kuat, dia selalu berpuasa Senin-Kamis, kemudian juga setiap malam bersama-sama shalat, melaksanakan pengajian dan itu yang langsung dipimpin oleh Zulmi," tutur Romel.
Kepergian Kapten Zulmi yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon, kata dia, merupakan kehilangan besar. Brigjen Romel menyebutkan, almahrum merupakan salah satu prajurit terbaik di pendidikan maupun saat penugasan. "Saya sangat mengapressiasi prajurit terbaik dari Pusdiklatpassus dan kita semua merasa kehilangan. Zumli salah satu prajurit berprestasi dari pendidikan sampai dia penugasan," kata dia.
Kapten Zulmi gugur dalam peristiwa ledakan saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU). Tugas mereka adalah memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post_m (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.

12 hours ago
4

















































