Bulog Bangun 100 Gudang Baru untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Direktur Utama Perum Bulog, Agmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan rencana pembangunan 100 gudang baru untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan pascapanen dan akan dilakukan secara terukur, profesional, dan akuntabel.

"Penugasan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem logistik dan ketahanan pangan nasional," kata Rizal di Jakarta, Kamis.

Bulog memastikan seluruh tahapan dipersiapkan dengan matang agar pembangunan infrastruktur tersebut tepat lokasi, fungsi, dan manfaat bagi masyarakat. Rencana ini melibatkan tiga langkah utama yang sedang disiapkan oleh BUMN pangan tersebut.

Langkah Persiapan Pembangunan

Pertama, penyusunan studi kelayakan dengan melibatkan pemangku kepentingan, termasuk akademisi dan para ahli. Kajian ini mencakup aspek teknis, operasional, serta finansial untuk memastikan pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan.

Kedua, penyusunan pertimbangan teknis bersama Kementerian Pertanian, khususnya Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, agar pembangunan gudang disesuaikan dengan tipologi serta karakteristik wilayah masing-masing.

Ketiga, evaluasi kelayakan finansial dan rekomendasi penggunaan dana investasi pemerintah nonpermanen. Hasil dari ketiga langkah ini akan dilaporkan kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, untuk memperoleh persetujuan tertulis sebelum pembangunan dimulai.

Perencanaan dan Anggaran

Pembangunan ini direncanakan tersebar di 92 kabupaten dengan total anggaran sekitar Rp5 triliun, yang terdiri atas sekitar Rp4,4 triliun untuk pembangunan infrastruktur utama dan sekitar Rp560 miliar untuk mekanisasi, otomatisasi, serta sistem teknologi informasi.

Rencana pembangunan mencakup 94 unit gudang penyimpanan; enam unit silo gabah; delapan unit silo jagung; 17 unit dryer beras; 17 unit Rice Milling Unit (RMU); delapan unit dryer jagung; dan sembilan unit sentra pengolahan dan fasilitas packaging beras.

Pelaksanaan dan Prioritas Lokasi

Setiap lokasi akan melalui uji kelayakan teknis seperti soil test dan analisis kemiringan lahan guna mendukung mobilisasi angkutan logistik. Pembangunan fisik akan dilaksanakan oleh BUMN karya sesuai Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2026 terkait pembangunan 100 titik infrastruktur pascapanen di seluruh Indonesia.

Infrastruktur ini diprioritaskan di sentra produksi pangan seperti Lampung, Jawa, dan Sulawesi Selatan dengan fasilitas lengkap. Sementara di wilayah kepulauan seperti Natuna, Rote, dan Tidore, pembangunan difokuskan pada gudang penyimpanan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan, terutama saat cuaca ekstrem.

Melalui langkah ini, Bulog menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem logistik pangan nasional serta memastikan ketersediaan pangan yang merata dan berkelanjutan dari Sabang sampai Merauke.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|