Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis chip memori global telah berdampak pada pengapalan HP di seluruh dunia pada kuartal-I (Q1) 2026. Menurut laporan firma riset IDC yang dirilis pada 14 April 2026, pengiriman HP merosot 4,1% secara tahun-ke-tahun (YoY) menjadi 289,7 juta unit di tiga bulan pertama.
Sebelumnya, laporan dari Counterpoint yang dipublikasikan pada 10 April 2026, menyebut pengapalan HP merosot 6% YoY pada Q1 2026. Alasan utamanya serupa, yakni kelangkaan komponen memori DRAM dan NAND.
IDC memprediksi kelesuan di Q1 2026 ini masih terhitung ringan dibandingkan kondisi di masa mendatang. Pasalnya, krisis chip memori dan kenaikan harga jual akan makin menekan industri HP global.
Sejalan dengan itu, Counterpoint menyebut pengapalan HP di kuartal-kuartal berikutnya akan terimbas lebih dalam karena kenaikan harga komponen dan eskalasi biaya logistik.
Dalam laporan IDC, Samsung masih kokoh menjadi 'raja' HP dunia dengan mengapalkan 62,8 juta unit seri Galaxy atau meraup 21,7% pangsa pasar YoY. Angka itu mencatat pertumbuhan 3,6% YoY, didorong permintaan yang kuat untuk seri flagship Galaxy S26 Ultra.
Apple berada di posisi kedua dengan kinerja moncer dari penjualan seri iPhone 17, serta pertumbuhan signifikan di China lebih dari 30%. Apple berhasil mengapalkan 61,1% iPhone dengan meraup pangsa pasar 21,1% pada Q1 2026. IDC mencatat Apple menunjukkan pertumbuhan penjualan 3,3% YoY pada Q1 2026.
Di bawah Samsung dan Apple, Xiaomi, Oppo, dan vivo masih bertengger di urutan buncit pada jejeran 'Top 5'. Namun, para pabrikan China kawakan itu mengalami penurunan pengapalan secara signifikan.
Xiaomi anjlok 19,1% YoY, Oppo merosot 9,9% Yoy, dan vivo turun 6,8% YoY.
Di luar [daftar] 'Top 5', perusahaan-perusahaan seperti Honor, Lenovo (Motorola), dan Huawei, menunjukkan pertumbuhan. IDC menyebut Honor berhasil menunjukkan pertumbuhan paling tinggi di jejeran 'Top 10', yakni sebesar 24% YoY. Hal ini didorong fokus perusahaan untuk menggenjot ekspansi ke pasar yang lebih banyak.
Associate Director Consumer Devices di IDC, Kiranjeet Kaur, mengatakan Q1 2026 merupakan periode menantang bagi semua pabrikan HP. Pasalnya, mereka harus mencari keseimbangan antara profitabilitas dan pertumbuhan, serta stabilisasi di pasar domestik maupun ekspansi ke luar negeri di tengah keterbatasan pasokan dan tekanan harga.
"Apple dan Samsung diuntungkan oleh dominasi mereka di segmen premium di mana mereka secara strategis menahan kenaikan harga, sementara yang lain seperti Xiaomi, Oppo, dan vivo melakukan upaya bersama untuk mengalihkan pangsa pasar ke segmen harga yang lebih tinggi," ia menuturkan, dikutip dari laman resmi IDC, Kamis (16/4/2026).
Data yang dilaporkan IDC sedikit berbeda dengan yang dipublikasikan Counterpoint. Menurut data Counterpoint, Apple bertengger di posisi pertama dengan pertumbuhan 5% YoY pada Q1 2026.
Apple disebut sebagai pabrikan HP yang paling tidak terdampak dengan krisis chip memori, dikarenakan segmen dan posisinya yang fokus menyasar kelas ultra-premium. Selain itu, Apple juga memiliki rantai pasok yang sangat terintegrasi.
Apple mencatat pertumbuhan paling signifikan di wilayah Asia Pasifik, seperti China, India, dan Jepang.
Sementara itu, Samsung berada di posisi kedua dengan penurunan pengapalan 6% YoY pada Q1 2026, menurut data Counterpoint. Samsung dikatakan mengalami tantangan pada segmen HP di kelas menengah-bawah. Kendati demikian, Counterpoint juga menekankan soal permintaan seri Galaxy S26 yang kuat di tengah krisis.
Counterpoint melaporkan penurunan pada merek-merek HP China kawakan. Xiaomi disebut turun 19% YoY, Oppo turun 4% YoY, dan vivo turun 2% YoY.
Di luar itu, Counterpoint juga menyorot pertumbuhan signifikan dari merek-merek HP di luar daftar 'Top 5'. Honor, Google, dan Nothing disebut tumbuh paling signifikan sepanjang Q1 2026.
Honor dan Nothing masing-masing disebutkan bertumbuh 25% YoY, sementara Google tumbuh 14% YoY.
(fab/fab)
Addsource on Google


















































