Jreng! Trump Umumkan Perang AS-Israel ke Iran Bakal Lama

4 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan bahwa operasi militer AS terhadap Iran berpotensi berlangsung lebih lama dari perkiraan awal. Pernyataan ini disampaikan Trump di Gedung Putih pada Senin (2/3/2026) waktu setempat.

Dalam komentar publik pertamanya sejak operasi militer diluncurkan, Trump mengungkapkan empat tujuan utama serangan yang diberi nama Operasi Epic Fury. Ia juga menyebut proyeksi durasi awal konflik bisa melampaui rencana semula.

"Sejak awal kami memproyeksikan empat hingga lima minggu, tetapi kami memiliki kemampuan untuk bertahan jauh lebih lama dari itu," kata Trump, seperti dikutip AFP, Selasa (3/3/3026).

Meski demikian, ia menambahkan bahwa AS "jauh lebih maju dari proyeksi waktu kami," merujuk pada tewasnya sejumlah pemimpin senior Iran dalam gelombang serangan awal pada Sabtu.

Trump menegaskan empat sasaran utama operasi tersebut, yakni menghancurkan kemampuan rudal Iran, memusnahkan angkatan lautnya, memastikan Teheran tidak pernah memperoleh senjata nuklir, serta menghentikan dukungan Iran terhadap kelompok-kelompok bersenjata di luar wilayahnya.

"Ini adalah kesempatan terakhir dan terbaik," ujar Trump.

Di sisi lain, pernyataan Trump sebelumnya dinilai berubah-ubah. Dalam wawancara dengan New York Post, ia tidak menutup kemungkinan pengerahan pasukan darat ke Iran.

"Saya tidak gugup mengenai pengerahan pasukan darat. Setiap presiden mengatakan tidak akan ada pasukan darat. Saya tidak mengatakannya," kata Trump.

Kepada CNN, ia juga mengisyaratkan eskalasi lebih besar. "Gelombang besar bahkan belum terjadi. Gelombang besar akan segera datang," ujarnya.

Keheningan Trump pada awal operasi, tanpa pidato nasional atau konferensi pers besar, memicu kritik dari sebagian pendukung gerakan Make America Great Again (MAGA) yang mengingat janjinya untuk menghindari perang baru. Menanggapi kritik tersebut, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan Trump telah menetapkan "tujuan yang jelas."

Hingga kini, pasukan AS dan Israel dilaporkan telah menyerang ratusan target di Iran, termasuk fasilitas rudal, angkatan laut, serta pusat komando dan kendali. Meski pemerintah AS menegaskan perang ini bersifat terbatas, sejumlah analis mempertanyakan apakah Washington memiliki cukup amunisi untuk mempertahankan konflik panjang melawan Iran yang dinilai tangguh.

(tfa/tfa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|