Vale Dapat Pinjaman Hampir Rp13 Triliun Buat Kembangin Proyek Ini

1 hour ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) memperoleh fasilitas Sustainability-Linked Loan (SLL) senilai US$750 juta atau setara sekitar Rp12,96 triliun (asumsi kurs Rp17.286 per dolar AS), dengan opsi greenshoe tambahan sebesar US$250 juta atau sekitar Rp4,32 triliun.

Chief Financial Officer Rizky Andhika Putra menjelaskan dari sisi pemanfaatan dana, fasilitas ini akan digunakan untuk mendukung pengembangan proyek strategis perusahaan.

Pada tahun 2026, sekitar 50% dana akan dialokasikan untuk pengembangan proyek IGP Pomalaa, sekitar 30% untuk proyek IGP Morowali, dan sekitar 20% untuk pengembangan IGP Sorowako Limonite.

Sementara pada tahun 2027, pendanaan akan difokuskan pada kelanjutan proyek-proyek tersebut serta pemenuhan hak partisipasi (participating right) dalam proyek joint venture.

Rizky menjelaskan fasilitas pinjaman ini baru memasuki tahap penandatanganan (signing ceremony) dan belum dilakukan penarikan dana. Skema yang digunakan adalah revolving credit facility, sehingga dana dapat ditarik secara bertahap sesuai kebutuhan hingga batas plafon US$750 juta.

"Per hari ini masih belum ditarik dananya, dan ini kan judulnya adalah revolving credit facility, jadi sifatnya plafon. Nah, ini nanti sifatnya pun juga kita tariknya sesuai kebutuhan sampai dengan jumlah fasilitas yang tertera, 750 juta dolar," ujarnya usai penandatanganan fasilitas Sustainability-Linked Loan senilai US$750 juta, di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Ia pun menegaskan dari sisi struktur pendanaan, proyek-proyek tersebut tidak sepenuhnya dibiayai utang karena tetap melibatkan porsi ekuitas. Meski demikian, kebutuhan pendanaan ke depan diperkirakan masih cukup besar.

Setidaknya, perusahaan membuka peluang untuk menambah pendanaan melalui skema utang dalam beberapa tahun mendatang, bahkan hingga mencapai sekitar US$1,5 miliar guna mendukung ekspansi dan pengembangan proyek.

"Dalam beberapa tahun ke depan kemungkinan besar kita juga big debt mungkin sampai dengan 1,5 miliar dolar gitu ya," katanya.

Sebagaimana diketahui, pinjaman tersebut didukung oleh sindikasi 14 bank internasional dan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed)hingga 1,7 kali, mencerminkan tingginya kepercayaan terhadap fundamental bisnis dan strategi keberlanjutan perseroan.

Fasilitas SLL ini disusun mengacu pada Sustainability-Linked Financing Framework, yang selaras dengan praktik internasional dalam pembiayaan berbasis keberlanjutan. Indikator kinerja utama (Key Performance Indicators/KPI) yang digunakan mencakup penurunan intensitas emisi karbon dan peningkatan penggunaan energi terbarukan.

Pinjaman sindikasi berbasis keberlanjutan ini merupakan tonggak penting bagi PT Vale, sekaligus menandai langkah perdana Perseroan dalam memasuki pasar pinjaman sindikasi. Langkah ini sejalan dengan trajektori pertumbuhan Perseroan yang semakin kuat, didorong oleh ekspansi proyek-proyek strategis di Indonesia yang dijalankan secara disiplin, terukur, dan berlandaskan prinsip keberlanjutan.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|