JOGJA JOB FAIR 2026: Pemkot Jogja Hadirkan Konsultasi Karier

5 hours ago 2

 Pemkot Jogja Hadirkan Konsultasi Karier

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jogja Agus Arif (kedua dari kanan) bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja Patricia Heny Dian (kanan) membuka Job Fair Kota Jogja 2026 di Auditorium LPP Jogja, Rabu (15/7). Harian Jogja/Stefani Yulindriani

JOGJA—Jogja Job Fair 2026 tidak hanya menghadirkan lowongan pekerjaan, tetapi juga menyediakan layanan konsultasi karier untuk membantu pencari kerja meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja. Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja pun mendorong masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut sekaligus terus mengembangkan kompetensi.

Job Fair yang digelar Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja berlangsung di Auditorium LPP Jogja pada Rabu-Kamis (15-16/7). Selain membuka akses terhadap berbagai peluang kerja, kegiatan ini juga memberikan pendampingan bagi pencari kerja melalui layanan konsultasi karier.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsosnakertrans Kota Jogja, Patricia Heny Dian, mengatakan Job Fair Kota Jogja 2026 mendapat dukungan dari 29 perusahaan, satu Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), dan empat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Sebanyak lebih dari 3.000 lowongan kerja disediakan untuk membantu menekan angka pengangguran di Kota Jogja.

Ia berharap seluruh lowongan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pencari kerja.
Selain bursa kerja, Dinsosnakertrans Kota Jogja juga membuka layanan konsultasi karier untuk membantu pencari kerja mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

"Kami juga menyiapkan pojok konsultasi. Silakan teman-teman yang masih bingung membuat CV atau mencari lowongan sesuai passion bisa berkonsultasi dengan petugas yang sudah kami siapkan," katanya.

Patricia menambahkan Job Fair Kota Jogja 2026 juga memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas dengan menghadirkan perusahaan yang membuka formasi khusus.

"Perusahaan-perusahaan juga menyiapkan lowongan pekerjaan untuk teman-teman disabilitas sehingga Pemerintah Kota hadir untuk mereka. Kami ingin dunia kerja semakin inklusif. Apabila ada kesulitan, teman-teman dari Dinsosnakertrans Kota Jogja siap memberikan pendampingan," ucapnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jogja, Agus Arif, yang membacakan sambutan Wali Kota Jogja, mengatakan perkembangan dunia kerja berlangsung sangat cepat seiring digitalisasi, perubahan pola bisnis, hingga tumbuhnya ekonomi kreatif yang melahirkan berbagai jenis pekerjaan baru.

Agus menambahkan Pemkot Jogja juga memberi perhatian terhadap penyandang disabilitas melalui penyediaan kesempatan kerja yang lebih inklusif.

Salah seorang karyawan Concentrix, Eni, yang merupakan penyandang disabilitas, mengatakan proses rekrutmen di perusahaan tersebut tidak membedakan pelamar disabilitas dengan pelamar lainnya. Seluruh pelamar mengikuti tahapan seleksi, mulai dari pengajuan lamaran hingga wawancara.

Ia menuturkan lingkungan kerja di Concentrix juga telah dirancang secara inklusif dengan fasilitas yang mendukung kebutuhan pekerja disabilitas.

"Tidak ada perbedaan perlakuan antara pekerja disabilitas dengan pekerja lainnya. Concentrix terbuka bagi teman-teman disabilitas," katanya.

Sebagai perusahaan penyedia layanan business process outsourcing (BPO), Concentrix terus mengembangkan lingkungan kerja yang inklusif dengan membuka kesempatan yang sama bagi seluruh calon pekerja berdasarkan kompetensi yang dimiliki. (Advertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|