TNI AU akan diperkuat 12 jet Pilatus PC/24 yang mampu mendarat di landasan pendek untuk misi pelatihan dan transportasi.
Harianjogja.com, JAKARTA—Armada udara TNI AU bakal diperkuat pesawat jet serbaguna yang mampu beroperasi di landasan pendek hingga tidak beraspal. Pemerintah resmi meneken kontrak pengadaan 12 unit Pilatus PC-24 untuk mendukung berbagai misi strategis.
Pengadaan ini dilakukan oleh Kementerian Pertahanan melalui PT E-System Solutions Indonesia sebagai kontraktor resmi. Selain unit pesawat, paket kontrak mencakup peralatan pendukung darat, suku cadang, hingga program pelatihan lengkap bagi personel.
Langkah ini sekaligus memperluas kemampuan operasional TNI AU, mulai dari pelatihan pilot, transportasi udara, hingga misi penghubung di berbagai wilayah.
Chief Executive Officer Pilatus Aircraft, Markus Bucher, menyatakan komitmennya untuk mendukung pengoperasian armada tersebut dalam jangka panjang.
“Program ini menandai dimulainya hubungan jangka panjang, dan prioritas kami adalah mendukung Indonesia dalam mengoperasikan armada ini dengan lancar,” ujarnya.
Selain kontrak utama, disepakati pula Letter of Intent (LOI) untuk pengadaan 24 unit pesawat latih turboprop Pilatus PC-21. Paket ini juga mencakup sistem pelatihan berbasis darat dan dukungan teknis menyeluruh.
Vice President of Government Aviation Pilatus, Ioannis Papachristofilou, menyebut pemilihan PC-24 menunjukkan meningkatnya kebutuhan pesawat multifungsi di kalangan operator pemerintah.
Menurutnya, pesawat ini dirancang untuk menjalankan berbagai misi dalam satu platform, mulai dari pelatihan hingga transportasi logistik.
Kemampuan Pilatus PC-24 menjadi faktor utama dalam seleksi. Jet ini mampu lepas landas dan mendarat di landasan pendek, bahkan di medan yang tidak beraspal, sehingga cocok untuk kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau.
Selain itu, pesawat ini telah tersertifikasi untuk operasional pilot tunggal dan dilengkapi pintu kargo besar yang memudahkan pengangkutan penumpang sekaligus barang dalam satu penerbangan.
Penguatan armada ini diharapkan meningkatkan fleksibilitas dan jangkauan operasi TNI AU, terutama untuk menjangkau wilayah terpencil yang sulit diakses transportasi konvensional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.


















































