Jepang Ukir Rekor di Laga ke-1.000 Piala Dunia, Kirim Tunisia Angkat Koper Lebih Cepat

2 hours ago 6

Ayase Ueda (tengah) dari Jepang merayakan gol ke gawang Tunisia dalam pertandingan Grup F Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko, Ahad (21/6/2026) siang WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jepang mengukir sejumlah catatan bersejarah saat menghancurkan Tunisia 4-0 pada laga Grup F Piala Dunia 2026 di Stadion Monterrey, Meksiko, Ahad (21/6/2026) siang WIB. Kemenangan telak itu hadir pada pertandingan ke-1.000 sepanjang sejarah Piala Dunia sekaligus membawa Samurai Biru selangkah lagi menuju babak 32 besar.

Rekor pertama lahir hanya empat menit setelah sepak mula. Daichi Kamada mencetak gol tercepat Jepang dalam sejarah Piala Dunia ketika menyambut umpan matang Keito Nakamura dan menaklukkan kiper Aymen Dahmen.

Gol Kamada memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang Shinji Kagawa saat mencetak gol pada menit keenam ketika Jepang menghadapi Kolombia di Piala Dunia 2018. Tidak berhenti di situ, kemenangan empat gol tanpa balas juga menjadi kemenangan terbesar Jepang dalam sejarah penampilan mereka di Piala Dunia.

Sejak awal pertandingan, Jepang tampil dominan. Tunisia sempat memberikan ancaman melalui Hannibal Mejbri pada menit ketiga, tetapi peluang itu belum membuahkan hasil.

Sebaliknya, Jepang langsung menghukum kelengahan lawan. Keito Nakamura menjadi motor serangan dengan pergerakan agresif dari sisi kiri. Aksinya pada menit keempat membuka jalan bagi Kamada untuk mencatatkan namanya di papan skor.

Unggul satu gol membuat pasukan Hajime Moriyasu semakin percaya diri menguasai permainan. Ayase Ueda beberapa kali mengancam gawang Tunisia sebelum akhirnya menggandakan keunggulan pada menit ke-31.

Menerima ruang tembak di depan kotak penalti, penyerang Feyenoord itu melepaskan sepakan keras yang meluncur ke sudut kiri bawah gawang tanpa mampu dijangkau Dahmen. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Tunisia yang kini ditangani Herve Renard mencoba bangkit melalui sejumlah pergantian pemain. Namun, rapatnya organisasi permainan Jepang membuat wakil Afrika Utara itu kesulitan menciptakan peluang berbahaya.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|