Isuzu soroti daya beli melambat, pelanggan makin selektif.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengidentifikasi perlambatan daya beli masyarakat sebagai tantangan utama yang akan dihadapi dalam bisnis kendaraan komersial menjelang tahun 2026. Hal ini disampaikan oleh Vice President Director PT IAMI, Anton Rusli, dalam acara Isuzu Media Gathering: Kick Off 2026 & Iftar di Jakarta Pusat, Kamis.
Daya beli yang melambat diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap keputusan pembelian di segmen kendaraan komersial, seiring dengan perubahan perilaku pelanggan yang menjadi lebih kritis dan selektif. Anton Rusli menjelaskan bahwa dinamika ekonomi dan aktivitas komunitas yang melambat turut memengaruhi pergerakan pasar kendaraan niaga di Indonesia.
Perubahan generasi pelaku usaha juga membentuk karakter pelanggan yang berbeda dibandingkan sebelumnya. Konsumen masa kini menginginkan produk berkualitas dengan harga kompetitif, proses pembelian yang cepat, serta layanan purna jual yang jelas. Hal ini menuntut PT IAMI untuk menyesuaikan strategi bisnisnya guna menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.
Anton menyebutkan bahwa pelanggan kendaraan komersial saat ini menuntut solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis masing-masing. Proses pembelian yang rumit dapat menghambat keputusan investasi, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil. Oleh karena itu, pendekatan yang lebih personal dan responsif menjadi kunci menjaga loyalitas pelanggan.
Pada tahun 2025, PT IAMI mencatat pangsa pasar kendaraan niaga sebesar 29 persen, didukung oleh penjualan Isuzu TRAGA, ELF, dan GIGA. Memasuki tahun 2026, perusahaan menegaskan akan menyesuaikan strategi bisnis dengan perubahan karakter pelanggan dan kondisi pasar.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

5 hours ago
1

















































