Israel Minta Tolong Amerika, Usir Warga Palestina dari Jalur Gaza

4 hours ago 5

Warga Palestina yang mengungsi memeriksa lokasi serangan Israel yang menyasar sebuah tenda tempat berlindung para pengungsi di kawasan Al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis, di Jalur Gaza bagian selatan, pada 16 Agustus 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Menteri Pertahanan Israel menyatakan bahwa Tel Aviv sedang mengupayakan dukungan Donald Trump agar menyetujui rencana pengusiran warga Palestina dari Jalur Gaza. Langkah pengosongan Gaza telah dikecam secara luas karena berpotensi menjadi kejahatan perang.

"Pada akhirnya "tidak ada solusi nyata bagi Gaza tanpa adanya perpindahan penduduk ini," ujar Israel Katz dalam sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh situs berita Israel, Ynet, dan surat kabar Yedioth Ahronoth.

Ia menyatakan bahwa otoritas Israel telah terorganisasi dan siap untuk mengeluarkan penduduk Gaza melalui jalur laut, udara, maupun segala cara yang memungkinkan.

Trump sempat membahas gagasan pengambilalihan Jalur Gaza oleh AS pada awal tahun 2025 yang mencakup pemindahan warga Palestina dari wilayah tersebut. Namun belakangan ia menarik diri dari gagasan itu.

Rencana perdamaian 20 poin yang disusun oleh Gedung Putih tahun lalu tidak memuat ketentuan mengenai deportasi warga Palestina—tindakan yang akan dipandang luas sebagai pembersihan etnis.

Namun, pada Rabu, Katz menyatakan keyakinannya bahwa dukungan AS dapat memengaruhi opini kawasan agar mendukung pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza. Ia mengatakan bahwa restu Trump sangat penting untuk meyakinkan negara-negara tetangga agar bersedia menerima pengungsi Palestina.

"Setiap negara yang bersedia menampung mereka menginginkan dukungan Amerika," ujarnya.

"Saat ini, Trump belum membatalkan hal tersebut. Ia hanya menangguhkannya."

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|