Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait. Pangkalan AS ini jadi salah satu yang diporakporandakan Iran.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan pasukan daratnya meluncurkan serangan rudal dan drone terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait pada Rabu (2/9/2026) dini hari. Serangan tersebut mengincar markas besar serta kediaman komandan AS di Pangkalan Udara Ali Al Salem.
Dalam keterangan resminya, Kantor Hubungan Masyarakat IRGC menyebutkan bahwa aksi tersebut merupakan balasan atas serangan militer AS terhadap sebuah rumah tinggal di Sirik. Serangan AS itu menewaskan empat orang, termasuk seorang anak-anak, serta melukai hampir 70 orang lainnya dalam apa yang disebut IRGC sebagai "kejahatan berat dan pelanggaran hak asasi manusia".
Serangan militer AS tersebut menghantam sebuah pesta pernikahan dan mengubah suasana sukacita menjadi duka setelah bangunan kediaman warga hancur dihantam bom, tulis Al Mayadeen.
IRGC menjelaskan bahwa operasi rudal dan drone terhadap pangkalan di Kuwait dilancarkan secara serentak dengan serangan yang mengincar pangkalan-pangkalan AS di Yordania, Bahrain, dan Erbil. Pihaknya mengklaim serangan ke Pangkalan Udara Ali Al Salem mengakibatkan tewasnya sejumlah personel militer AS.
Lebih lanjut, IRGC menyatakan pasukannya berhasil membakar hangar drone dan platform peluncuran yang digunakan oleh drone AS dalam berbagai serangan, serta menghancurkan beberapa unit drone di lokasi tersebut.

7 hours ago
6















































