Seorang warga Iran memegang poster pemimpin tertinggi baru Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei di Teheran, Iran, 11 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID,ISTANBUL -- Iran mengatakan kepada Inggris bahwa setiap upaya mengakhiri perang yang sedang berlangsung dengan AS dan Israel harus mencakup jaminan untuk mencegah serangan di masa depan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper, menurut laporan kantor berita resmi Iran, IRNA, Jumat.
"Jalan menuju normalisasi kondisi adalah penghentian serangan-serangan ini. Penghentian perang harus disertai dengan jaminan untuk mencegah terulangnya agresi semacam itu," kata Araghchi.
Dia juga memperingatkan agar tidak memberikan dukungan apa pun kepada AS dan Israel selama eskalasi.
"Tindakan seperti itu hanya akan meningkatkan situasi dan membuat kondisi lebih rumit," katanya.
Araghchi meminta Inggris untuk menahan diri dari kerja sama dengan Washington dan Tel Aviv "di bidang militer atau media."
Mengkritik penyediaan pangkalan militer Inggris kepada AS, dia mengatakan: "Tindakan ini tentu akan dianggap sebagai partisipasi dalam agresi dan akan tercatat dalam sejarah hubungan bilateral."
"Pada saat yang sama, kami tetap memiliki hak inheren untuk membela kedaulatan dan kemerdekaan negara kami," tambahnya.
Araghchi juga mengkritik sikap Inggris dan beberapa negara Eropa lainnya, dengan mengatakan bahwa Iran diserang saat sedang melakukan diplomasi. Dia mengatakan serangan tersebut menewaskan lebih dari 170 siswa sekolah dasar di Iran.
"Kami menghormati kedaulatan negara-negara tetangga dan tidak berniat menyerang mereka," katanya.
"Namun, sayangnya, pangkalan AS di negara-negara tersebut digunakan untuk menyerang kami, dan negara-negara tersebut gagal memenuhi tanggung jawab internasional mereka untuk mencegah penggunaan wilayah mereka untuk serangan terhadap Iran," tambahnya.
Araghchi juga mengutuk serangan terhadap fasilitas South Pars dan menyatakan keprihatinan atas apa yang digambarkannya sebagai kurangnya kecaman, seperti yang dilaporkan IRNA.
Sementara itu, Cooper juga menyerukan diakhirinya perang dan pengurangan ketegangan regional.
Dia juga menyatakan keprihatinan tentang konsekuensi politik dan ekonomi dari konflik tersebut pada skala regional dan global, termasuk ketegangan di Selat Hormuz.
Sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang hingga kini telah menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, permusuhan telah meningkat.
Iran telah membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.
sumber : anadolu / antara

5 hours ago
2















































