Harianjogja.com, JAKARTA—Ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim meluncurkan serangkaian serangan terhadap target militer Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.
Media pemerintah Iran melaporkan, IRGC menembakkan empat rudal jenis Ghadr yang diarahkan ke kapal induk USS Abraham Lincoln. Klaim tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi yang dikutip oleh Press TV, meski belum ada konfirmasi dari pihak AS terkait insiden itu.
Tak hanya itu, IRGC juga disebut melancarkan serangan rudal balistik yang menyasar pertemuan rahasia teknisi penerbangan dan pilot jet tempur AS di dekat sebuah pangkalan di Uni Emirat Arab (UEA).
Dalam perkembangan lain, sistem pertahanan udara Iran dilaporkan berhasil menjatuhkan sebuah jet tempur yang disebut sebagai “pesawat utama musuh”. Pesawat tersebut dikabarkan jatuh di perairan antara Pulau Qeshm dan Hengam di Teluk Persia.
Serangkaian aksi militer ini merupakan bagian dari respons Iran atas operasi gabungan yang sebelumnya dilancarkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari. Serangan tersebut menimbulkan dampak besar, termasuk korban jiwa dari kalangan sipil dan militer.
Iran menyebut, lebih dari 1.200 orang tewas akibat serangan awal tersebut. Bahkan, laporan dari otoritas setempat juga mengungkap kerusakan parah pada fasilitas sipil, termasuk sebuah sekolah perempuan di wilayah selatan Iran.
Pada perkembangan terbaru, IRGC kembali mengklaim telah menembak jatuh jet tempur siluman F-35 milik AS di wilayah tengah Iran. Informasi ini disampaikan kantor berita Tasnim, yang mengutip pernyataan resmi militer Iran.
Namun hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak AS terkait klaim tersebut. Sebelumnya, klaim serupa yang disampaikan Iran pada pertengahan Maret telah dibantah oleh Washington.
Selain itu, Iran juga mengaku berhasil menjatuhkan jet tempur F-16 milik Israel dalam eskalasi konflik yang terus meluas.
Sejak akhir Februari, kawasan Timur Tengah berada dalam kondisi siaga tinggi. Serangan udara yang dilakukan AS dan Israel disebut telah menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk sejumlah tokoh penting Iran.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menyasar wilayah Israel serta fasilitas militer AS di sejumlah negara, seperti Yordania, Irak, hingga kawasan Teluk.
Rangkaian konflik ini tak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga mulai berdampak pada stabilitas global, termasuk gangguan pada pasar internasional dan sektor penerbangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara


















































