Imran Nahumarury Resmi Jadi Pelatih Semen Padang, Misi Selamatkan Tim

1 hour ago 1

Imran Nahumarury Resmi Jadi Pelatih Semen Padang, Misi Selamatkan Tim Logo BRI Super League. / Ist

Harianjogja.com, JOGJA—Semen Padang bergerak cepat mencari pelatih baru seusai memecat Dejan Antonic. Manajemen akhirnya menunjuk Imran Nahumarury untuk memimpin Kabau Sirah pada sisa kompetisi Super League 2025/2026.

Pengumuman bergabungnya juru taktik yang sukses membawa Malut United promosi itu disampaikan melalui akun Instagram resmi Semen Padang FC pada Kamis (5/3/2026) sore, menjelang waktu berbuka puasa di Padang. Kedatangan pelatih asal Ambon tersebut diharapkan menjadi angin segar bagi tim yang kini terpuruk di peringkat ke-17 klasemen sementara.

"Welcome to coach Imran Nahumarury at SPFC," tulis manajemen klub dalam unggahan tersebut.

Pergantian Kilat di Tengah Krisis

Penunjukan Imran dilakukan hanya beberapa jam seusai manajemen resmi memecat Dejan Antonic pada Kamis siang. Keputusan itu diambil lantaran performa tim yang belum menunjukkan peningkatan signifikan.

Sebagai catatan, Antonic didatangkan pada 10 Oktober 2025 untuk menggantikan Eduardo Almeida yang sebelumnya juga dianggap gagal mengangkat performa tim.

Imran Nahumarury memiliki rekam jejak cukup impresif. Ia merupakan sosok di balik keberhasilan Malut United menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada musim 2023/2024. Di bawah arahannya, Laskar Kie Raha bahkan mampu bersaing di papan atas klasemen pada musim berikutnya sebelum akhirnya ia berpisah dengan klub tersebut.

Meski memiliki prestasi mentereng, perjalanan karier Imran sempat diwarnai isu internal saat kompetisi terhenti. Namun, detail persoalan tersebut tidak pernah diungkap secara terbuka ke publik dan tidak menghalangi Semen Padang untuk merekrutnya.

Skenario Lolos dari Zona Merah

Tugas berat kini menanti Imran. Semen Padang saat ini berada di posisi ke-17 dengan koleksi 17 poin dari 24 pertandingan. Posisi mereka rawan karena hanya terpaut satu poin dari juru kunci Persis Solo yang mengoleksi 16 poin dan bersaing ketat dengan PSBS Biak di peringkat ke-16 dengan 18 poin.

Peluang bertahan di kasta tertinggi masih terbuka. Di atas zona merah terdapat Persijap Jepara dengan 19 poin serta Madura United FC yang mengoleksi 20 poin.

Dengan 10 pertandingan tersisa, kehadiran pelatih baru diharapkan mampu memberikan efek kejut bagi mental bertanding para pemain.

Musim lalu, Kabau Sirah juga sempat menghadapi situasi serupa namun berhasil melakukan penyelamatan pada fase akhir kompetisi. Kini publik sepak bola Padang menanti apakah tangan dingin Imran Nahumarury mampu mengulang momen tersebut dan membawa Semen Padang keluar dari zona degradasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|