IHSG Merosot 5,35 Persen ke Posisi 7.179,69

3 hours ago 3

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (9/3/2026) pagi, dibuka melemah 5,35 persen ke posisi 7.179,69. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (9/3/2026) pagi, dibuka melemah 5,35 persen ke posisi 7.179,69. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 22,31 poin atau 2,87 persen ke posisi 753,74.

IHSGbergerak turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia akibat melonjaknya harga minyak di tingkat global. “Kiwoom Research mengingatkan para investor volatilitas masih akan tinggi pada pekan ini, dengan risiko konsolidasi lanjutan. Perbanyak sikap wait and see sambil memperhatikan sentimen global,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran telah meluas ke berbagai wilayah dan meningkatkan kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Investor pun beralih ke aset aman dan likuiditas, yang mendorong dolar AS menguat, sementara saham dan aset berisiko mengalami tekanan.

Ketidakpastian meningkat setelah Iran menunjuk Mojtaba Khamenei, putra dari pemimpin tertinggi yang tewas, Ayatollah Ali Khamenei, sebagai Supreme Leader baru. Penunjukan figur yang dikenal dekat dengan kelompok hardliner tersebut memperkuat persepsi bahwa Iran kemungkinan tidak akan segera melunak dalam konflik dengan AS dan Israel, sehingga meningkatkan risiko eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Harga minyak melonjak tajam akibat eskalasi konflik dan gangguan pelayaran di Selat Hormuz. Pada pukul 07.50 WIB, harga minyak Crude Oil WTI naik 20,81 persen ke level 109,82 dolar AS per barel dan Brent Oil naik 18,17 persen menjadi 109,53 dolar AS per barel.

“Lonjakan harga energi meningkatkan risiko inflasi global serta dapat menekan pertumbuhan ekonomi melalui kenaikan harga bahan bakar dan biaya produksi. Beberapa produsen energi Timur Tengah mulai mengurangi produksi akibat gangguan rantai pasok,” ujar Liza.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|