Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada akhir sesi 1 hari ini, Kamis (26/3/2026). IHSG tercatat turun 1,21% atau -88.04 poin ke level 7.214,08.
Sebanyak 371 saham turun, 311 naik, dan 276 tidak bergerak. Nilai transaksi terbilang besar, yakni Rp 25,94 triliun. Akan tetapi Rp 18,8 triliun merupakan transaksi FAP Agri (FAPA) di pasar negosiasi.
Sebanyak 18,71 miliar saham berpindah tangan dalam 1,03 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pada akhir sesi 1 merosot menjadi Rp 12.693 triliun.
Kontras dengan perdagangan kemarin, nyaris seluruh sektor berada di zona merah siang ini. Bahan baku, teknologi, dan utilitas menjadi sektor dengan penurunan paling dalam.
Pun saham-saham yang kemarin menjadi penopang IHSG, siang ini menjadi pemberat. Telkom (TLKM) pada perdagangan kemarin naik 8,2%, sedangkan siang ini -3,64%. TLKM menyeret IHSG ke bawah sebesar 12,62 indeks poin.
Lalu Astra (ASII) turun 4,55% ke level 6.300. Padahal kemarin naik 13,79%. ASII pun membebani IHSG sebesar 12,28 indeks poin.
Senada, bursa di kawasan juga kembali membara. Siang ini, Nikkei di Jepang turun 0,84%, Kospi di Korea -2,44%.
Mengutip CNBC.com, bursa di kawasan koreksi tajam seiring dengan pernyataan dari Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Dia mengatakan bahwa pertukaran pesan antara kedua negara melalui mediator bukan berarti negara tersebut tengah melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat.
Sebelumnya pada hari Rabu, media pemerintah Iran melaporkan bahwa negara itu akan menolak tawaran gencatan senjata AS dan telah menguraikan syarat-syaratnya sendiri untuk mengakhiri perang.
Thierry Wizman, ahli strategi valuta asing dan suku bunga global di Macquarie Group, mengatakan bahwa gencatan senjata tidak akan segera terjadi.
"Sebaliknya, intensifikasi aksi militer oleh AS saat mereka mencoba mendorong Iran untuk membuat konsesi penting kemungkinan akan terjadi dalam dua minggu ke depan, sebelum operasi tempur besar berhasil, mungkin pada pertengahan April," kata Wizman.
"Perang sekarang mungkin memasuki fase ketiga 'bicara dan bertempur,' daripada hanya bicara, atau hanya bertempur," tulisnya dalam sebuah catatan.
Kemudian dari dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang penempatan dana pemerintah ke bank swasta, namun dengan syarat ketat. Dirinya menegaskan hanya bank dengan kondisi fundamental kuat atau "dapur sehat" yang bisa dipertimbangkan.
"Bank swasta kalo mau juga nanti akan kita buka, yang sehat ya. Nanti kalo enggak gue di penjara lagi," ujar Purbaya saat halal bihalal bersama pewarta, Rabu (25/3/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya mengungkapkan telah menambah penempatan dana pemerintah ke himpunan bank milik negara (Himbara) dan Bank Jakarta sebesar Rp 100 triliun. Dengan tambahan ini, total dana yang ditempatkan mencapai sekitar Rp 300 triliun.
(mkh/mkh)
Addsource on Google


















































