Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pagi ini di zona merah, Jumat (27/3/2026). Indeks dibuka turun 0,39% atau menguat 27,72 poin ke level 7.136,37.
Sebanyak 127 saham naik, 139 turun, dan 313 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 214 miliar, melibatkan 183 juta saham dalam 27.266 kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun turun menjadi Rp 12.584 triliun.
Sesaat setelah pasar buka, IHSG terkoreksi makin tajam hingga 0,66%, sebelum perlahan memangkas pelemahan.
Pergerakan pasar keuangan RI tampaknya masih akan labil pada akhir pekan ini, Jumat (27/3/2026).
Wacana gencatan senjata antara AS-Israel terhadap Iran rasanya masih abu-abu, optimisme yang muncul pada Rabu lalu rasanya sudah mulai pudar. Pelaku pasar kini lebih mencermati bagaimana dampak nyata yang sedang menjalar ke kebijakan pemangku kepentingan, industri, sampai ekonomi riil di berbagai negara, terutama setelah blokade Selat Hormuz.
Sementara itu, Mayoritas pasar saham Asia-Pasifik melemah pada perdagangan Jumat, (27/3/2026) menyusul pergerakan volatil di Wall Street semalam, di tengah ketidakpastian pesan terkait konflik Timur Tengah antara Donald Trump dan Iran. Trump menyatakan perpanjangan itu diberikan sebagai imbalan atas 10 kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz sebagai "hadiah" dari Teheran. Ia juga menegaskan melalui unggahan di Truth Social bahwa penundaan ini bertujuan membuka peluang penyelesaian diplomatik. Dalam pernyataannya, Trump mengatakan pembicaraan masih berlangsung dan berjalan sangat baik meski terdapat laporan berbeda dari media. Namun demikian, Washington menyatakan ingin mengakhiri konflik melalui jalur negosiasi, sementara Teheran membantah adanya pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat. Harga minyak sempat menguat pada Kamis sebelum akhirnya menunjukkan pelemahan seiring indikasi kemajuan menuju kesepakatan damai AS-Iran. Kontrak West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei turun 1,3% ke US$93,29 per barel, sedangkan Brent crude oil ditutup di level US$108,01 per barel. Dari kawasan Asia, indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,42% pada awal perdagangan. Di Jepang, Nikkei 225 melemah 0,9% dan Topix terkoreksi 0,4%. Di Korea Selatan, indeks Kospi anjlok 3% dan Kosdaq turun 1,5%. Sementara itu, kontrak berjangka Hang Seng Index berada di level 24.782, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di 24.856,43. Dari China, pelaku pasar menantikan rilis data laba industri untuk dua bulan pertama 2026 yang dapat memberikan gambaran awal kondisi sektor manufaktur. Data ini dinilai penting di tengah persaingan ketat dan lemahnya permintaan. Sementara itu, bursa berjangka AS menguat seiring meredanya kekhawatiran lonjakan harga minyak. Kontrak futures Dow Jones Industrial Average naik 175 poin atau 0,4%, sementara S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing menguat hampir 0,4%. Meski demikian, indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya. Indeks S&P 500 turun 1,7% menjadi penurunan harian terbesar sejak awal 2026, Nasdaq Composite jatuh 2,4% dan masuk ke wilayah koreksi, serta Dow Jones turun 1,01%.
Melansir CNBC.com, Trump memutuskan memperpanjang batas waktu serangan tersebut selama 10 hari hingga 6 April guna memberikan ruang bagi negosiasi. Keputusan ini disebut diambil atas permintaan pemerintah Republik Islam Iran sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan.
(fsd/fsd)
Addsource on Google

















































