Hyundai Tahan Harga di Tengah Tekanan Biaya Produksi, Siapkan Model Baru di GIIAS 2026

3 hours ago 2

Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) memilih menahan harga jual kendaraan di tengah tekanan biaya produksi. Meski dalam situasi geopolitik tak menentu, HMID berupaya maksimal untuk meningkatkan penjualan, termasuk dengan cara menyiapkan peluncuran model baru untuk pasar Indonesia pada tahun ini.

Chief Operating Officer HMID Fransiscus Soerjopranoto mengatakan hingga saat ini Hyundai belum berencana menaikkan harga kendaraan. Padahal, sejumlah komponen biaya mengalami kenaikan.

Tekanan datang dari harga bahan baku, terutama plastik, serta pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus Rp17 ribu per dolar AS. Kondisi ini meningkatkan beban produksi industri otomotif.

Namun, Hyundai memilih menyerap kenaikan tersebut. Perusahaan melakukan efisiensi di berbagai lini, mulai dari proses manufaktur hingga distribusi.

“Tidak akan dibebankan ke konsumen maupun diler,” ujar Fransiscus.

Strategi ini diambil untuk menjaga daya beli masyarakat. Hyundai juga ingin menjaga stabilitas pasar otomotif nasional di tengah situasi ekonomi yang dinamis.

Perusahaan menegaskan akan mempertahankan kebijakan ini selama memungkinkan. Keputusan akan terus disesuaikan dengan kondisi industri dan kepentingan konsumen.

Kenaikan harga plastik sendiri cukup signifikan. Pada April 2026, harga bahan ini dilaporkan melonjak hingga 30–70 persen, bahkan ada yang mencapai 100 persen.

sumber : Antara

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|