Gus Irfan Beberkan Alasan Mengapa RI tak Dapat Satu Pun Penghargaan Haji 2026 dari Arab Saudi

2 hours ago 4

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf buka suara terkait adanya penangkapan tiga warga negara Indonesia (WNI) di Makkah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID,TANGERANG — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia (Menhaj RI), Mohamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan alasan Indonesia tidak masuk dalam daftar penerima penghargaan Labaytum Award 2026 yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada negara-negara dengan layanan haji terbaik.

Menurut Gus Irfan, terdapat sejumlah faktor yang menjadi bahan penilaian dalam penghargaan tersebut, termasuk aspek kesehatan jamaah yang menjadi salah satu indikator utama. 

"Mengenai penghargaan Labaytum itu memang kita tidak mendapatkan karena memang banyak faktor yang harus dinilai, termasuk dan terutama kesehatan. Kesehatan menjadi salah satu penilaian sehingga kami juga paham bahwa mereka tidak memberikan penghargaan kepada kami," ujar Gus Irfan bersama tim Amirul Hajj saat baru tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (8/6/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Indonesia tetap memperoleh apresiasi langsung dari otoritas Arab Saudi atas penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Apresiasi tersebut bahkan diberikan secara personal oleh para pejabat tinggi Kerajaan Arab Saudi.

Gus Irfan mengungkapkan, setibanya di Arab Saudi pada 19 Mei 2026, dirinya langsung mendapat undangan dari Menteri Haji Arab Saudi untuk hadir di kantornya. Pada hari yang sama, rombongan Indonesia juga diundang oleh Menteri Dalam Negeri Arab Saudi.

"Tapi secara resmi, secara langsung, secara personal mereka memberikan penghargaan. Kami datang hari tanggal 19 Mei malam, pagi sudah diundang oleh Menteri Haji Arab Saudi untuk hadir di kantornya. Sore kami diundang oleh Menteri Dalam Negeri, ini hierarkinya cukup tinggi,"ucap Gus Irfan.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|