Foto ilustrasi glamping DeLoano di kawasan perbukitan Menoreh perbatasan Kulonprogo dan Gunungkidul. - Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Kawasan wisata perbukitan Menoreh kembali menggeliat dengan dibukanya DeLoano Glamping di kawasan Borobudur Highland perbatasan Kulonprogo-Purworejo yang kini hadir dengan konsep baru dan fasilitas lebih lengkap. Destinasi ini langsung menyasar wisatawan yang mencari pengalaman menginap di alam terbuka dengan kenyamanan modern.
Soft launching dilakukan oleh Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) dengan menghadirkan wajah baru pada area glamping yang berlokasi di perbatasan Purworejo, Magelang, dan Kulon Progo. Minat wisatawan terhadap konsep menginap di tengah hutan pinus menjadi salah satu alasan utama pembaruan ini.
Konsep wellness tourism menjadi daya tarik utama. Pengunjung tidak hanya bermalam, tetapi juga diajak menikmati suasana alami yang mendukung relaksasi fisik dan mental, mulai dari udara segar hingga ketenangan kawasan hutan.
Revitalisasi dilakukan secara menyeluruh. Tenda glamping kini tampil lebih estetik dengan interior baru, dilengkapi furnitur berkualitas dan perlengkapan tidur yang lebih nyaman. Setiap unit juga telah dilengkapi kamar mandi dalam dengan pemanas air.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOB, Yusuf Hartanto, menyebut peningkatan fasilitas dilakukan untuk memastikan pengalaman menginap yang lebih maksimal bagi wisatawan. Salah satunya interior tenda yang lebih apik, kursi santai di depan tenda untuk menikmati pemandangan, hingga fasilitas pendukung seperti panggung, amphitheater, toilet dan musala yang semuanya sudah kami perbaiki.
'Tenda-tenda di DeLoano Glamping kini semakin nyaman dan berkualitas, siap memberikan pengalaman menginap yang tak terlupakan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Selain fasilitas, pengelolaan kawasan juga melibatkan masyarakat sekitar. Warga dilibatkan dalam operasional harian, mulai dari penyediaan bahan pangan hingga tenaga kerja, sehingga turut menggerakkan ekonomi lokal.
Kemudahan reservasi juga menjadi perhatian. Pengunjung dapat melakukan pemesanan melalui Instagram resmi maupun layanan pelanggan yang tersedia. Sistem pembayaran kini mendukung transaksi digital seperti QRIS.
Untuk menarik minat wisatawan, BPOB menghadirkan promo khusus selama periode awal pembukaan kembali. Diskon ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan sekaligus memperkenalkan wajah baru DeLoano Glamping. Pengembangan ini merupakan bagian dari strategi memperkuat ekosistem pariwisata di kawasan Borobudur Highland.
“Kami mengajak masyarakat untuk segera melakukan reservasi. Kami ingin DeLoano menjadi ikon yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan,” kata Direktur Pemasaran BPOB, Harfiansa Bimatara.
Kehadiran kembali DeLoano Glamping mempertegas posisi Borobudur Highland sebagai destinasi unggulan berbasis alam. Kombinasi fasilitas modern dan lanskap alami menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang menginginkan pengalaman berbeda di DIY dan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

















































