Exit Tol Pasteur Biang Kerok Kemacetan di Bandung, KDM Punya Rencana Begini

2 hours ago 2

Sejumlah kendaraan antre memasuki gerbang Tol Pasteur 1 di Kota Cimahi, Jawa Barat, Kamis (3/4/2025). Pada H+2 Idul Fitri 1446 Hijriah, kendaraan yang melintas di Tol Purbaleunyi menuju arah Purwakarta-Jakarta terpantau padat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan pembangunan underpass di jalan keluar tol Pasteur di Jalan Dr Djundjunan. Langkah itu dilakukan untuk menekan kemacetan yang sering terjadi di kawasan tersebut.

"Kan lagi dalam kajian dan saya berkeinginan itu dibuat. Kan keluar Pasteur apalagi Jumat, Sabtu, dan Ahad, itu selalu menimbulkan antrean panjang kendaraan," ucap dia belum lama ini di Kota Bandung.

Ia menuturkan kendaraan yang keluar dari Tol Pasteur langsung bertemu dengan traffic light sehingga menyebabkan kemacetan. Karena itu, diperlukan solusi kongkret untuk mengatasi kemacetan.

"Solusinya salah satunya adalah underpass. Jadi jalur dari samping (Jalan Surya Sumantri) lewat bawah saja, jadi ini (kendaraan dari gerbang keluar tol Pasteur) bisa terus lurus," ucap dia.

Ia berharap kajian terkait itu dapat selesai dan terpenuhi persyaratannya. Dedi Mulyadi berharap pembangunan dapat dilaksanakan pada tahun 2027 mendatang.

"Kalau itu terpenuhi di perubahan anggaran bisa dibuatkan DED dan tahun depan bisa dibangun," kata dia.

Ia pun masih belum dapat memastikan anggaran yang diperlukan untuk membangun underpass tersebut. "Belum kan mau dikaji dan dibuat DED-nya," kata dia.

Seperti diketahui, tiap akhir pekan kemacetan terjadi saat keluar gerbang tol Pasteur. Kendaraan tersebut berasal dari berbagai wilayah di Jabodetabek.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|