Eropa Seharusnya Genjot Belanja Militer, Hegseth: Ini Malah Urus Isu Iklim dan Gender

3 hours ago 3

Menteri Perang AS Pete Hegseth.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempertimbangkan penarikan sejumlah besar pasukan AS dari Eropa, sebuah langkah yang berpotensi mengubah keseimbangan pertahanan NATO di tengah meningkatnya ketegangan global.

Rencana tersebut mengemuka saat Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menghadiri pertemuan para menteri pertahanan NATO di Brussels, Belgia. Dalam kesempatan itu, Hegseth mengumumkan Pentagon akan meninjau kembali penempatan pasukan AS di Eropa dalam enam bulan ke depan.

Selain mengungkap rencana evaluasi tersebut, Hegseth juga melontarkan kritik keras kepada sejumlah sekutu Eropa. Ia menilai beberapa negara anggota NATO belum menunjukkan komitmen yang memadai terhadap pertahanan bersama maupun dukungan terhadap operasi militer Amerika Serikat.

Menurut Hegseth, kontribusi keuangan Washington terhadap NATO pada masa mendatang akan semakin bergantung pada keseriusan negara-negara anggota dalam meningkatkan anggaran pertahanan mereka. Ia mengacu pada target NATO yang mengharuskan negara anggota mengalokasikan hingga lima persen produk domestik bruto (PDB) untuk sektor pertahanan pada 2035.

"Kontribusi tahunan kami untuk NATO akan bergantung pada apakah negara-negara lain memenuhi target pertahanan mereka. Jika sekutu lain gagal berinvestasi dengan urgensi yang diperlukan, kontribusi kami akan berkurang," kata Hegseth sebagaimana diberitakan Euronews pada Kamis (19/6/2026).

Ia juga memperingatkan bahwa Washington akan mengawasi secara ketat negara-negara yang dinilai tidak berada di jalur yang telah disepakati.

Ketegangan semakin meningkat ketika Hegseth menuding sejumlah negara Eropa tidak memberikan dukungan yang cukup kepada Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran. Ia secara khusus menyebut Spanyol, Italia, dan Prancis tidak menyediakan akses pangkalan maupun wilayah udara mereka untuk operasi militer AS.

Sebaliknya, Jerman disebut memberikan akses penuh kepada militer Amerika melalui Pangkalan Udara Ramstein. Namun hubungan kedua negara juga sempat memanas setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz mengkritik strategi perang Washington terhadap Iran.

Tak lama setelah kritik tersebut muncul, Trump mengumumkan rencana penarikan sekitar 5.000 personel militer AS dari Jerman.

Dalam pidatonya di Brussels, Hegseth juga menuduh negara-negara Eropa terlalu fokus pada isu perubahan iklim, kesetaraan gender, dan program sosial, sementara kebutuhan pertahanan dinilai terabaikan.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|