El Nino ‘Godzilla’ Mengintai, Pengawasan Karhutla Diperkuat

9 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK — Kementerian Kehutanan memperkuat pengawasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat menyusul lonjakan titik panas dan ancaman El Nino “Godzilla”. Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko kebakaran yang diperkirakan meningkat sepanjang musim kemarau 2026.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi anomali iklim El Nino kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif terjadi pada April hingga Oktober 2026. Fenomena ini ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang berdampak pada penurunan curah hujan di Indonesia.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko kekeringan dan memperbesar potensi kebakaran hutan dan lahan. Istilah “Godzilla” digunakan untuk menggambarkan kekuatan El Nino yang lebih besar dari biasanya dengan dampak yang lebih luas.

Kementerian Kehutanan mencatat hingga 31 Maret 2026 terdapat 7.883 titik panas di Kalimantan Barat. Luas karhutla yang telah dipadamkan mencapai 479,12 hektare dan tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.

Kebakaran terluas terjadi di Kabupaten Kubu Raya sebesar 131,20 hektare, diikuti Kabupaten Sambas 103,32 hektare, Kabupaten Ketapang 73,30 hektare, Kabupaten Mempawah 47,20 hektare, serta Kota Singkawang 38,50 hektare. Data ini menunjukkan tekanan karhutla mulai meningkat sejak awal tahun.

Kementerian Kehutanan mengerahkan 13 regu atau 195 personel Manggala Agni untuk melakukan pemadaman dan pengendalian di lapangan. Penguatan pengawasan dinilai penting untuk meningkatkan deteksi dini, kesiapsiagaan personel, serta koordinasi lintas sektor.

Polisi Hutan Ahli Utama Kementerian Kehutanan Sustyo Iriyono mengatakan, “Pengawasan ini jadi kunci penting tidak hanya soal teknis pemadaman di lapangan, tapi juga memastikan adanya ketaatan, kontrol yang konsisten, dan langkah antisipatif yang terukur. Dengan pengawasan yang kuat, setiap potensi bisa dideteksi lebih awal dan ditangani lebih cepat,” kata Sustyo.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Kalimantan Kementerian Kehutanan Yudho Mustiko menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Kalimantan Barat disebut sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kejadian karhutla yang tinggi.

“Aktivasi Posko Pengendalian Karhutla merupakan langkah preventif yang akan memperkuat sistem deteksi dini, mempercepat respon penanganan di lapangan, serta meningkatkan koordinasi lintas UPT dalam upaya pengendalian karhutla secara terpadu dan efektif,” kata Yudho.

Melalui posko tersebut, Kementerian Kehutanan meningkatkan patroli terpadu di wilayah rawan, memaksimalkan pemantauan hotspot, serta memperkuat sistem pelaporan harian antar Unit Pelaksana Tugas. Kesiapsiagaan personel dan peralatan juga ditingkatkan untuk mempercepat respon di lapangan.

Selain itu, pemerintah mendorong sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Sistem pelaporan cepat juga diaktifkan untuk memastikan setiap kejadian dapat ditangani sejak dini.

Seluruh unsur terkait diminta meningkatkan kewaspadaan operasional selama musim kemarau. Masyarakat juga diimbau berperan aktif dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan indikasi kebakaran di wilayah masing-masing.

Penguatan pengawasan ini diharapkan mampu menekan potensi karhutla sejak awal musim kemarau. Upaya ini juga penting untuk mencegah dampak asap yang dapat meluas hingga lintas wilayah dan lintas negara.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|