REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Jenazah Mayor Inf Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, prajurit TNI yang gugur dalam tugas misi perdamaian di Lebanon sudah dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, Jawa Barat, Ahad (5/4/2026). Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto memimpin langsung proses pemakaman yang dilakukan secara militer itu.
Meski raganya sudah tiada, namun kenangan prajurit TNI yang merupakan Anggota Batalyon 22 Grup 2 Kopassus asal Kampung Cikendal, RT 01/04, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi itu tetap hidup bagi orang-orang terdekatnya. Mayor Inf Anumerta Zulmi dikenal sebagai seorang prajurit yang sangat religius dan tangguh.
Komandan Batalyon 22 Grup 2 Kopassus, Letkol Inf Heri Ismoyo masih ingat betul ketika pertama kali bertemu dengan Mayor Inf Anumerta Zulmi. Mereka bertemu saat menjalankan tugas di medan operasi di Papua tahun 2019. Almahrum diketahui merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) Angkatan Tahun 2015.
"Saya pertama kali ketemu dengan almarhum itu tahun 2019 saat menjalankan tugas di Papua," kata Letkol Inf Heri.
Pertemuan hingga menjalankan tugas bersama itu begitu berkesan bagi dia. Letkol Inf Heri pun begitu mengenal sosok almarhum yang menurutnya merupakan perwira yang tangguh dan hebat. Ketika itu Mayor Inf Anumerta Zulmi bertugas sebagai sebagai komandan tim.
"Makanya saya hafal dan tahu bagaimana kepribadian beliau, kepemimpinan beliau di medan operasi. Beliau perwira hebat. Selama saya bersama, almarhum tahan ujian segala macam masalah yang diemban. Sebagai komandan tim, dia yang jadi motor pasukan melaksanakan operasi," ungkap Letkol Inf Heri.
Sehingga menurutnya tak heran jika Mayor Inf Anumerta Zulmi begitu dikagumi oleh sesama prajurit TNI di Kopassus. Sosoknya yang begitu religius juga semakin menambah kekaguman terhadap almarhum yang gugur di usia 33 tahun itu.
"Semua perwira di Kopassus, baik senior, pimpinan, anak buah mengagumi beliau karena beliua yang terbaik yang pernah kami punya di Kopassus. Beliau adalah teladan bagi semua prajurit, bahkan teladan bagi saya selaku komandannya. Jadi kami kehilangan sekali," kata dia.
Letkol Inf Heri mengaku terakhir bertemu dengan Mayor Inf Anumerta Zulmi setahun lalu sebelum almarhum masuk menjadi bagian dari Satuan Tugas (Satgas) Satgas Kontingen Garuda (KONGA) XVIII-S untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Sedangkan komunikasi terakhir dilakukan dua pekan lalu via WhatsApp.
"Saya bertemu fisik dengan almarhum sebelum beliau berangkat ke medan operasi di Lebanon. Terakhi video call almarhum dua minggu lalu dalam kondisi sehat, saya titip pesan hati-hati dan jaga ksehatan," ujar Letkol Inf Heri.
Ia tak menyangka itu menjadi komunikasi terakhirnya dengan almarhum. Mayor Inf Anumerta Zulmi gugur dalam peristiwa ledakan saat saat Tim Escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) dalam rangka tugas memberikan dukungan dari Mako Sektor Timur UNIFIL United Nations Post_m (UNP) 7-2 menuju Mako Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL di UNP 7-1.
Sosok almarhum juga begitu melekat bagi Siti Julaeha (55), tetangga Mayor Inf Anumerta Zulmi. Ia bersaksi almarhum merupakan sosok yang dikenal baik, mudah bergaul dengan tetangga serta tentunya rajin beribadah.
"Almarhum itu baik, rajin ibadah. Tentunya saya pribadi ikut bersedih. Almarhum itu pahlawan perdamaian, meningga secara syahid. Surga sudah menantinya," tutur Siti.
sumber : Ferry Bangkit Rizki

7 hours ago
4















































