REPUBLIKA.CO.ID, DEMAK -- Muhammad Rafif Arsya Maulidi, siswa kelas XI di SMK NU Miftahul Falah Kudus, Jawa Tengah, telah menulis surat terbuka untuk Presiden Prabowo Subianto. Dalam surat tersebut, dia meminta alokasi dana Makan Bergizi Gratis (MBG) untuknya dialihkan untuk kesejahteraan guru-guru di sekolahnya.
Pada kalimat pembuka suratnya, Rafif menyampaikan bahwa dia berasal dari keluarga sederhana. Sejak kecil, dia mengaku telah diajarkan untuk menghormati jasa orang-orang yang membuatnya menjadi pribadi lebih baik, lebih cerdas, dan lebih beradab. Rafif menyebut, setelah kedua orang tuanya, guru merupakan sosok yang paling dia hormati.
Kendati demikian, Rafif menilai, masih banyak guru, termasuk di sekolahnya, yang belum memperoleh kesejahteraan layak. Di sisi lain, pemerintah tengah menggelontorkan dana cukup besar untuk program MBG.
"Melalui surat ini, saya menyampaikan aspirasi pribadi. Saya menyatakan menolak untuk menerima MBG untuk diri saya. Jika memungkinkan, dana yang seharusnya dialokasikan untuk saya kiranya dapat dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru saya," tulis Rafif dalam suratnya yang diunggah di akun Instagram pribadinya @arsya_graph, dikutip Republika, Ahad (5/4/2026).
Dia menambahkan, masa belajarnya di SMK NU Miftahul Falah Kudus masih sekitar 1,5 tahun. "Jika dihitung secara sederhana (18 bulan x 25 hari x Rp15.000 = Rp6.750.000). Bagi saya pribadi, angka tersebut mungkin tidak mengubah banyak hal, tetapi dapat menjadi bentuk penghargaan atas dedikasi guru. Saya mohon alihkan jatah saya untuk kesejahteraan guru saja," kata Rafif.
Dia mengajak teman-temannya sesama pelajar untuk menyuarakan pentingnya kesejahteraan guru. Rafif berpendapat guru merupakan salah satu pilar kemajuan bangsa.
"Surat ini bukan bentuk penolakan terhadap pemerintah, melainkan wujud kepedulian seorang pelajar terhadap kesejahteraan guru. Besar harapan saya agar aspirasi ini dapat menjadi bahan pertimbangan dalam kebijakan pendidikan ke depan," tulis Rafif pada kalimat penutup suratnya.
Republika telah menghubungi Rafif untuk meminta wawancara lanjutan terkait surat terbukanya untuk Presiden. Namun hingga berita ini ditulis, Rafif belum memberikan respons.

7 hours ago
4















































