MedcoEnergi Bukukan Laba Bersih 101 Juta Dolar AS pada 2025

8 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) membukukan laba bersih sebesar 101 juta dolar AS pada 2025, turun 72,4 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 367 juta dolar AS.

CEO MedcoEnergi Roberto Lato menjelaskan penurunan laba dipengaruhi oleh kontribusi yang lebih rendah dari Amman Mineral Internasional, penurunan nilai aset non-kas, biaya pengeboran dry hole di PSC Beluga, serta melemahnya harga komoditas.

“Pada tahun 2025 kami membukukan kinerja yang kuat bagi perusahaan dan pemegang saham. Total imbal hasil pemegang saham tahunan mencapai rekor 27 persen, dengan pengembalian sebesar 110 juta dolar AS kepada pemegang saham seiring tercapainya target produksi minyak & gas sebesar 156 mboepd dan target penjualan listrik sebesar 4.371 GWh,” jelasnya dalam keterangan pers di Jakarta, dikutip Ahad (5/4/2026).

Dari sisi operasional, Medco mencatatkan EBITDA sebesar 1,264 miliar dolar AS, relatif stabil dibandingkan 2024. Hal ini dicapai meskipun harga minyak rata-rata turun 15 persen dari 78 dolar AS per barel menjadi 67 dolar AS per barel.

Kemudian belanja modal perseroan tercatat sebesar 437 juta dolar AS dengan biaya produksi minyak dan gas sebesar 8,6 dolar AS per barel setara minyak (boe).

Sementara itu, utang konsolidasi meningkat menjadi 3,646 miliar dolar AS, terutama untuk pembelian FPSO Marlin Natuna guna menjaga keberlanjutan produksi di Lapangan Forel (South Natuna Sea Block B), serta pembiayaan proyek pembangkit energi terbarukan dan pembangkit listrik berbasis gas.

Rasio utang bersih terhadap EBITDA untuk segmen minyak dan gas berada di level 2,0 kali, meningkat dari 1,8 kali pada 2024. Namun, rasio utang ini masih dalam kisaran target perusahaan.

Roberto memastikan bahwa likuiditas perusahaan tetap terjaga dengan posisi kas sebesar 633 juta dolar AS pada akhir 2025, meskipun turun dari 697 juta dolar AS pada tahun sebelumnya.

MedcoEnergi juga membagikan dividen sebesar 80 juta dolar AS pada 2025 atau sekitar Rp53,4 per saham, naik 19 persen dibandingkan 2024.

Dari sisi produksi, Medco mencatatkan peningkatan menjadi 156 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), didorong oleh produksi perdana dari Lapangan Terubuk dan Forel di South Natuna Sea Block B, kinerja kuat di Oman Block 60, serta peningkatan hak partisipasi di PSC Corridor. Perusahaan bahkan menutup tahun dengan tingkat produksi di atas 170 mboepd.

Belanja modal sebesar 402 juta dolar AS digunakan untuk mendukung pencapaian tersebut, termasuk mencetak rekor produksi di Oman Block 60, memulai produksi di Lapangan Terubuk dan Forel, serta pengembangan sumur Corridor Suban-28 dan proyek peningkatan kapasitas kompresor Suban.

Lebih lanjut, Direktur Utama Medco Energi Hilmi Panigoro menerangkan Medco juga memperluas portofolio di Sumatra dengan meningkatkan participating interest di Corridor menjadi 70 persen dan participating interest efektif di PT Transportasi Gas Indonesia menjadi 40 persen, serta mengakuisisi 45 persen participating interest operasi di PSC Sakakemang.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|