Ekspor Mobil Indonesia Bergeser, SUV Kini Makin Diminati

3 hours ago 4

Jumali

Jumali Kamis, 20 Agustus 2026 15:07 WIB

Ekspor Mobil Indonesia Bergeser, SUV Kini Makin Diminati

Model berpose bersama mobil All New Rush, line-up terbaru real SUV Toyota, di salah satu sudut Kota Bandung, Jabar Rabu (7/2). Sejak diluncurkan pada November 2017 lalu, kehadiran All New Rush mendapat respons positif dari masyarakat. Hingga akhir Januari 2018 medium SUV ini sudah mencatatkan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) ssbanyak 14.000 unit. (JIBI)

Harianjogja.com, JOGJA— Peta ekspor mobil buatan Indonesia mulai berubah sepanjang Januari hingga Juli 2026. Jika selama bertahun-tahun kendaraan keluarga atau Multi-Purpose Vehicle (MPV) menjadi salah satu andalan ekspor, kini permintaan terhadap Sport Utility Vehicle (SUV) produksi dalam negeri semakin menonjol.

Perubahan itu terlihat dari data terbaru Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang pada Kamis (20/8/2026).

Sejumlah SUV kompak hingga menengah mencatatkan pengiriman dalam jumlah besar ke berbagai negara. Pasarnya juga semakin beragam, tidak hanya di Asia Tenggara, tetapi mulai menjangkau Amerika Latin hingga Timur Tengah.

Yaris Cross Jadi Salah Satu Andalan Ekspor SUV

Toyota Yaris Cross menjadi salah satu model yang ikut mendorong perubahan komposisi ekspor kendaraan buatan Indonesia.

Sepanjang Januari-Juli 2026, varian bermesin bensinnya tercatat telah diekspor lebih dari 19.800 unit. Sementara itu, Yaris Cross Hybrid Electric Vehicle (HEV) mencatat pengiriman sekitar 7.200 unit.

Vietnam dan sejumlah negara di Amerika Latin menjadi pasar penting bagi SUV tersebut.

Besarnya pengiriman Yaris Cross HEV juga menunjukkan kendaraan elektrifikasi mulai mengambil bagian dalam ekspor kendaraan utuh atau Completely Built Up (CBU) dari Indonesia.

Perkembangan ini menjadi sinyal bahwa basis industri otomotif Indonesia tidak hanya mengandalkan kendaraan bermesin konvensional untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri.

Xforce Tembus Ribuan Unit ke Vietnam dan Filipina

Mitsubishi Xforce juga memperlihatkan kuatnya permintaan terhadap SUV produksi Indonesia.

Vietnam menjadi salah satu pasar utama Xforce dengan pengiriman mencapai 5.060 unit. Filipina menyusul dengan 3.045 unit.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa SUV kompak buatan Indonesia memiliki pasar yang cukup kuat di kawasan Asia Tenggara.

Permintaan terhadap model SUV juga tidak hanya datang dari negara-negara yang selama ini menjadi tujuan ekspor utama industri otomotif Indonesia. Produsen mulai menjangkau pasar yang lebih luas dengan menyesuaikan model kendaraan terhadap kebutuhan konsumen di masing-masing negara.

Hyundai Creta Perkuat Basis Produksi Indonesia

Hyundai Creta turut memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi SUV untuk pasar ekspor.

Model tersebut dikirim ke berbagai negara, termasuk pasar di kawasan Timur Tengah dan Amerika Latin.

Ekspansi pasar SUV menunjukkan bahwa kendaraan produksi Indonesia semakin mampu memenuhi kebutuhan konsumen dengan karakter pasar yang beragam.

Hal ini juga memperlihatkan perubahan preferensi konsumen global terhadap kendaraan dengan desain dan karakter SUV.

MPV Masih Jadi Andalan Ekspor Indonesia

Meski SUV semakin dominan, kondisi tersebut bukan berarti kendaraan MPV kehilangan pasar ekspor.

Indonesia selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu basis produksi kendaraan keluarga. Toyota Avanza dan Veloz menjadi contoh model MPV yang telah lama dikirim dari pabrik di Indonesia ke berbagai negara.

Mitsubishi Xpander juga masih mempertahankan perannya sebagai salah satu kendaraan ekspor utama dari Indonesia.

Filipina dan Meksiko tetap menjadi pasar yang menyerap MPV produksi dalam negeri tersebut.

Dengan demikian, meningkatnya ekspor SUV tidak serta-merta menggantikan posisi MPV. Kedua segmen kendaraan masih berjalan berdampingan dan memiliki pasar masing-masing.

Mengapa SUV Semakin Diminati?

Salah satu alasan SUV semakin diminati adalah karakter kendaraannya yang menawarkan posisi berkendara lebih tinggi. Desain tersebut juga dinilai sesuai untuk menghadapi beragam kondisi jalan.

Selain itu, perkembangan teknologi dan desain membuat SUV kompak semakin praktis digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Kendaraan jenis ini kini tidak hanya mengandalkan tampilan yang lebih gagah, tetapi juga menawarkan kenyamanan dan kepraktisan yang sebelumnya menjadi keunggulan utama MPV.

Perubahan preferensi konsumen tersebut kemudian ikut memengaruhi strategi produsen dalam menentukan model yang diproduksi dan dikirim ke pasar ekspor.

Bagi industri otomotif Indonesia, meningkatnya pengiriman SUV memberikan peluang untuk memperluas pasar kendaraan produksi dalam negeri.

Di sisi lain, MPV tetap memiliki basis konsumen yang kuat di sejumlah negara. Karena itu, peta ekspor kendaraan Indonesia pada 2026 lebih tepat dilihat sebagai pergeseran komposisi pasar, bukan berakhirnya dominasi MPV.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|