Ribuan warga Iran berkumpul di Lapangan Enqelab, Teheran, Iran, Ahad (1/3/2026), untuk mengekspresikan duka cita atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Khamenei tewas dalam serangan udara militer gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal bertanya-tanya mengapa Indonesia tidak mengucapkan belasungkawa Ketika pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dibunuh. Menurut Dino, ucapan itu adalah lazim jika ada pemimpin negara sahabat yang meninggal.
"Kelupaan atau sengaja ? Kalau sengaja, yang kita takutkan apa ? Apakah yakin kita masih bebas aktif ?" ujar Dino lewat kicauan di X, Rabu (4/3/2026).
Dino berpandangan lantaran merasakan sikap dingin Pemerintah Indonesia terhadap kematian pemimpin spiritual itu, tidak heran Menlu Iran menolak dengan halus tawaran mediasi Indonesia. "Mungkin mereka menyangsikan motivasi Indonesia, something to think about #wisdomwithoutfear," tulsinya.
Dino mengungkapkan, selama bertahun-tahun, Iran adalah negara sahabat Indonesia. Kedua negara sama-sama anggota non-Blok, OKI, D8, G77, dan BRICS.
Memang, Dino tak menampik, RI sering beda pandangan dan beda posisi dengan Iran. Pun sistem politik dan ideologi masing-masing juga berbeda. Namun Indonesia dan Iran tidak pernah cekcok.
Iran mempunyai sejumlah musuh tapi tidak pernah meminta Pemerintah RI memusuhi musuh-musuhnya. Fokus hubungan bilateral kedua negara adalah kerjasama, persahabatan dan saling menghormati. "Apakah yakin kita masih bebas aktif?"

2 hours ago
2

















































