Dokter Jelaskan Persiapan Wajib Saat Mendaki Gunung Bersama Anak

4 hours ago 2

Keluarga mendaki gunung (ilustrasi). Membawa anak termasuk saat masih bayi atau balita, dinilai tidak menjadi masalah selama dilakukan dengan persiapan matang dan bertahap.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dokter sekaligus Public Health Emergency Specialist, dr Angie Erditha, mengimbau orang tua tidak membawa bayi atau balita untuk mendaki gunung. Jika orang tua tetap ingin mengajak anak, usia minimal yang disarankan adalah sekitar 7 tahun dengan syarat kondisi fisik anak benar-benar siap dan persiapan dilakukan secara matang.

Hal ini merespons insiden seorang bayi perempuan berusia 1,5 tahun yang mengalami hipotermia saat dibawa mendaki oleh orang tuanya ke Gunung Ungaran, Semarang, Jawa Tengah. "Kalau harus ada angka minimal, sekitar di atas 7 tahun, itu pun dengan kondisi tertentu. Harus ada kesiapan tubuh dan persiapan matang, tidak bisa salah satu saja," kata dr Angie saat dihubungi Republika, Senin (13/4/2026).

Untuk mencegah anak mengalami hipotermia saat mendaki gunung, dr Angie juga membagikan sejumlah persiapan wajib bagi orang tua sebagai berikut:

1. Layering system yang optimal

Anak dianjurkan memakai tiga lapis pakaian yakni base layer (pakaian ketat penyerap keringat), mid layer (fleece atau insulator), serta outer layer (windproof dan waterproof). Pakaian berbahan katun tidak disarankan karena mudah basah, lama kering, dan dapat mempercepat risiko hipotermia.

"Bawa juga emergency thermal blanket. Ukurannya kecil, beratnya hampir nol, tapi bisamenyelamatkan nyawa. Wajib ada di tas. Ini standar minimum Wilderness First Aid untuk semua pendakian dengan anak," kata dr Angie.

Dokter Angie tidak menyarankan orang tua untuk mendaki hanya berdua dengan anak. Menurutnya, minimal ada satu orang dewasa lain yang tugasnya khusus memantau kondisi anak.

Read Entire Article
Ekonomi | Asset | Lokal | Tech|